Keris Langka Dhapur Jalak Sumelang Gandring (Termahar)

Tangguh: Mataram Amangkurat

Jalak Sumelang Gandring Tangguh Mataram Amangkurat

Pasikutan: Gagah Merbawani/Berkharisma

Warangka: Baru diganti Gayaman Surakarta kayu sonokeling karena warangka lama rusak

Warangka Gayaman Baru dari Kayu Sonokeling

Deder: Baru diganti kayu sonokeling karena deder lama retak

Pamor: Ngulit Semongko

Pasikutan Gagah Merbhawani

Panjang wilah/pesi: 36 cm / 7 cm

Kondisi wilah di beberapa titik mengalami korosi alami

Tantingan berat

Sogokan satu di depan sebagai ricikan khas Keris Jalak Sumelang Gandring

Kondisi pesi masih panjang dan utuh

Slorok besi warna kelabu khas tangguh mataram

Walaupun di beberapa titik wilah mengalami korosi alami, namun Keris Jalak Sumelang Gandring tergolong sangat langka, dibanding dhapur keris jalak lainnya.

Jalak Sumelang Gandring merupakan sebuah dhapur keris yang masih melegenda di kalangan masyarakat, dikenal luas lewat dongeng pencarian pusaka Keris Kyai Sumelang Gandring oleh Empu Supo atas perintah Raja Majapahit yang kehilangan pusaka hebat tsb.

Ricikan khasnya adalah gandik polos, pejetan, sogokan hanya satu di depan dan tanpa sogokan belakang 

Pamor Ngulit Semongko: angsar memudahkan mencari jalan rejeki, mudah bergaul dengan siapa pun dan dari golongan mana saja. Pamor ngulit semongko tidak pemilih dan cocok bagi siapa saja.

Filosofi keris Jalak Sumelang Gandring adalah kekhawatiran (Jawa=Sumelang) dan Gandring (Cinta kepada Sang Pencipta) sebagai perlambang kekhawatiran hilangnya cinta hamba kepada Tuhannya.  Dalam pengertian di masa Majapahit sebagai perlambang kekhawatiran hilangnya cinta rakyat kepada penguasa/rajanya.

Termahar Via Bukalapak