Makna Ricikan Keris Menurut Serat Centhini

Sebagaimana kita ketahui bahwa serat Centhini menjadi semacam Ensiklopedia Jawa paling lengkap yang pertama kalinya ditulis oleh bangsa kita, karena serat Centhini banyak memuat ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh orang Jawa pada awal abad ke-19. 

Salah satu ilmu pengetahuan orang Jawa yang tercantum di serat Centhini adalah ilmu tentang Tosan Aji termasuk keris, bahkan satu-satunya naskah tertua yang lengkap dan otentik tentang ilmu pengetahuan tentang keris. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan makna ricikan Keris menurut Serat Centhini. Ricikan adalah bagian-bagian atau komponen keris, yang masing-masing mempunyai nama. Ricikan sebilah keris dapat dibandingkan dengan suku cadang atau komponen mobil. Di antara suku cadang mobil terdapat namanya piston, garden, dashboard, roda, jok, dan lain sebagainya. Demikian pula setiap bagian keris berlainan bentuknya dan berlainan pula namanya. Lengkap atau tidaknya ricikan ini, akan menentukan nama dhapur sebilah keris.

Seseorang tidak akan mampu mengetahui nama dhapur dan menangguh Keris, apabila tidak memahami soal ricikan Keris ini.

Langsung saja saya sampaikan makna dan arti ricikan Keris sebagaimana tercantum di Serat Centhini, tentunya disertai foto ricikan Keris yang saya koleksi sampai dengan tulisan ini dibuat sbb:

Ricikan Bawang Sebungkul dan Kruwingan

Bawang Sebungkul:

Mengiaskan kemaluan wanita/rahim, yakni tempatnya Betal Mukadas atau tempat penyucian.

Kruwingan:

Maksudnya agar sosok tubuh/badan kita senantiasa ditata, agar selalu pantas/patut atau serasi dan enak dipandang.

Ricikan Gandhik, Tikel Alis, Wadidang dan Tungkakan,

Gandhik:

Artinya titian jantung yang mampu menimbulkan lahirnya nafsu birahi manusia.

Tikel Alis:

Mengiaskan tiga nafsu hati agar suci dan selamat (rahayu) yakni sabar, rela dan maklum.

Wadidang dan Tungkakan:

Wadidang maksudnya kaki kita yang menguasai tubuh kita. Tungkakan, artinya kemauan manusia. Tidak boleh kalah dengan kemauan untuk menang sendiri/tidak boleh kalah dengan ego kita sendiri.

Ricikan Gonjo atau Ganja Keris

Ganja/Gonjo:

Hanya Allah SWT paling luhur, Kanjeng Rasul adalah Nabi penutup utusan Allah, Nabi pemimpin dunia serta kekasih Yang Maha Agung. Keduanya merupakan tanda keberadaan Gusti dan hambanya. Keduanya merupakan satu wujud, disebut satu namun sebenarnya dua, disebut dua nyatanya satu.

Ricikan Jalen dan Pamor Keris

Jalen:

Jalen artinya hidup kita jangan sampai terpukau, karena kita semua pasti akan kembali ke asalnya yaitu Tuhan.

Pamor:

Artinya di dalam otot kita memancar cahaya Nur Buwat, menandakan bahwa asal hidup kita benar-benar suci dan bening.

Ricikan Kembang Kacang dan Lambe Gajah

Kembang Kacang:

Maknanya Gunung Tursina yang mengetahui keluar masuknya nafas melalui hidung, merupakan  tanda adanya Kawula/Hamba dan Gusti/Allah.

Lambe Gajah:

Sebenarnya adalah mulut kita, merupakan tempatnya Insan Kamil, tempatnya pengucapan Hyang Agung menjadi kenyataan, yaitu sabda Kun Fayakun.

Ricikan Pejetan/Blumbangan dan Sraweyan

Pejetan:

Disebut juga blumbangan oleh para Sutresna Keris. Maknanya ibu jari kita yang mampu/kuat menyangga pekerjaan dalam mencari penghidupan.

Sraweyan:

Artinya musibah atau murka Allah.

Ricikan Pesi

Pesi: Artinya pusar, merupakan keadaan dalam hati kita yang sebenarnya.

Ricikan Sirah Cecak dan Kepet/Buntut Cecak

Sirah Cecak:

Adalah betal makmur atau kepala manusia. Artinya di situlah asal mulanya segala kesenangan dan  ingatan manusia.

Kepet/Buntut Cecak:

Kepet disebut juga Buntut Cecak artinya telapak tangan kita sebagai tali cambuk manusia.

Ricikan Sogokan Keris

Sogokan:

Artinya di dalam poros/sumbu tiang manusia mampu membuka tabir 9 (Sembilan) lubang hawa nafsu yaitu 2 (dua) mata, 2 (dua) lubang hidung, 2 (dua) lubang telinga, 1 (satu) mulut,  zakar dan rahim (kemaluan wanita).

Waja dan Wesi Keris

Waja dan Wesi:

Waja/Baja adalah tulang yang memperkuat tubuh kita. Wesi/Besi artinya daging kita selama hidup di dunia.