Semangat Keris Singa Barong di Tahun Baru 2021

Meski pada dasarnya hewan Singa tidak pernah ada di Pulau Jawa karena memang bukan hewan endemik negara ini, namun kehadirannya tetap terasa dari jaman nenek moyang kita seiring datangnya agama Hindu-Budha.

Keris ganan Singo Barong luk 5 dengan batu mulia

Dalam agama Hindu, Durga istri Syiwa sebagai Kali atau Bhairawi sering dilukiskan mengendarai Singa. Pun dalam agama Budha misalnya di Candi Borobudur, patung Singa selain berfungsi sebagai Dwarapala yakni penjaga pintu masuk Candi juga terpahat di relief Candi Borobudur.

Patung Singa di Candi Borobudur (Dokumen Kemendikbud RI)

Penggunaan motif Singa pun berlanjut sampai dengan generasi Mataram Islam dan pewarisnya misal Keraton Surakarta Hadiningrat. Tidak hanya dalam bentuk patung namun juga perangkat upacara adat dan pusaka seperti Keris.

Patung Singa di Keraton Surakarta tampak dari samping
Patung Singa di Keraton Surakarta tampak dari depan
Keris Singo Barong tangguh Mataram, luk 5, pasikutan prigel/lincah

Sosok Singa melambangkan kekuatan, keberanian dan perlindungan. Semoga bangsa kita mendapatkan kekuatan dan keberanian dalam menghadapi Pandemi Covid 19, serta terlindungi dari segala macam wabah penyakit, serta gangguan stabilitas Politik dan Ekonomi.

Selamat Tahun Baru 2021, semoga kita semua selalu dilindungi Tuhan Yang Maha Esa…

Keris Singa Barong dipasangkan dengan deder Jogjakarta dan Mendhak/uwer Jogjakarta motif Bejen. Tampak serasi dan elok dengan bunga putih