Singep Keris Kain Cinde Motif Cakar (Termahar)

Sarung pembungkus warangka keris atau singep terbuat dari Kain Cinde motif Cakar.

Dengan warangka keris adat Surakarta

Filosofi motif Cakar adalah kemandirian dalam mencari rejeki. Cocok untuk segala jenis Warangka Keris dari adat Surakarta, Yogyakarta, Wulan Tumanggal, Sandang Walikat maupun jenis Warangka Keris luar Jawa (Melayu, Palembang, Sumatera, Lombok, Bugis dll).

Dengan warangka keris adat Yogyakarta

Tali juga terbuat dari kain Cinde (bukan tali kolor) sehingga tampak elegan dan mriyayeni.

Kondisi saat ditutup, nampak tali juga terbuat dari kain Cinde

Silahkan lengkapi perabot pusaka anda dengan sarung warangka keris ini agar warangka  terhindar dari kemungkinan tergores, terbentur, kena debu dan sebab lain yang bisa merusak.

Dengan warangka Sandang Walikat dan Wulan Tumanggal

Murah namun tidak murahan. Juga tersedia warna lain, silahkan cek di item barang/persediaan warna lain. Selama iklan ini tayang berarti persediaan masih ada.

Saat disimpan di dalam Lemari Pusaka, nampak elegan

Termahar

Keris Sabuk Inten Tundung Mungsuh (Termahar)

Tangguh: Mataram HB/Hamengku Buwono. Luk: 11 (sebelas)

Pasikutan: dhemes/tampan

Keris Sabuk Inten Mataram HB

Pamor: Wos Wutah (baik untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya, bisa digunakan untuk mencari rejeki, cukup wibawa dan disayang orang sekelilingnya, pamor ini tidak pemilih).

Pada salah satu sisi gonjo terdapat pamor tundung mungsuh dan pamor sumber (lihat foto). Pamor tundung mungsuh pada gonjo seperti ini jarang sekali terdapat dan biasanya hanya pada keris “TOP” saja, dilihat dari susunan besi dan bahan pamornya maka pamor ini mirip dengan pamor Ujung Gunung pada bilah keris dengan posisi yang melintang. Tuahnya menolak mara bahaya dan membuat lawan takut.

Pamor Tundung Mungsuh pada Gonjo Keris Sabuk Inten

Sedangkan pamor sumber pada gonjo berupa bulatan berlapis-lapis (minim 3 lapis) dengan angsar mendatangkan rejeki yang terus mengalir/tidak pernah kering.

Pamor Sumber pada Gonjo Keris Sabuk Inten

Warangan baru. Sogokan aus berlubang karena usia.

Sandangan bawaan pemilik sebelumnya dimana kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak sinkron. Yaitu warangka gayaman kayu timoho gaya Yogyakarta namun dedernya gaya Surakarta, juga kondisi mendaknya telah rusak (lihat foto).

Sandangan pada Keris Sabuk Inten yang memprihatinkan

Kembang kacang termasuk nggelung wayang. Pesi gilig mucuk (bentuk silindris namun makin ke bawah makin berdiameter kecil, umumnya dijumpai pada keris Tangguh Tua terutama Tangguh Majapahit dan Mataram.

Pesi Gilig Mucuk khas Mataram

Panjang wilah/pesi: ± 36 cm / ± 6,5 cm

Beberapa ciri khas Tangguh Mataram HB adalah besinya lumer (halus rabaannya) dan berkesan kering, warnanya agak biru. Menancapnya pamor pada bilah pandes dan ngawat (kokoh dan serupa kawat); sebagian pamor itu mrambut dan garis pamornya besar momyor/semeblak. Panjang bilahnya berukuran sedang, makin ke ujung makin ramping sehingga berkesan runcing. Luknya tidak begitu rapat.

Keris yang menarik untuk dikoleksi

Sabuk Inten adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sebelas. Ukuran panjang bilahnya sedang, permukaan bilahnya nglimpa. Keris ini memakai kembang kacang dan lambe gajah. Ricikan lain yang terdapat pada keris Sabuk Inten adalah sogokan rangkap, sraweyan, dan ri pandan atau greneng. Sabuk Inten dianggap dhapur keris yang wajib dimiliki oleh seorang kolektor, tak heran hingga kini masih tetap menjadi buruan penggemar tosan aji.

Sabuk Inten di masanya merupakan salah satu dapur keris yang melambangkan kemakmuran dan kemewahan. Dimaharkan sesuai kondisi apa adanya.

Termahar via Shopee

Keris Langka Sempana Panjul Udan Mas Tiban (Termahar)

Keris dhapur langka: Sempana Panjul. Luk 7 (tujuh). Tangguh: Pajajaran.

Keris Langka Sempana Panjul Pamor Udan Mas Tiban

Keluarnya luk kemba/tidak dalam khas tangguh Pajajaran/Pasundhan/Kulonan

Sempana Panjul berdasar buku pakem dhapur keris Keraton Surakarta terbitan tanggal 24 April 1920

Pamor dominan Ngulit Semangka. Angsar: memudahkan mencari jalan rejeki dan mudah bergaul pada siapa saja dan dari golongan manapun. Pamor ini tidak pemilih, artinya cocok dengan siapa saja.

Pamor Dominan Ngulit Semangka

Mulai pertengahan wilah sampai panetes muncul pamor Udan Mas Tiban (tidak direncanakan) di kedua sisi wilah (lihat foto).

Pamor Udan Mas Tiban pada salah satu sisi wilah Sempana Panjul

Pamor Udan Mas  merupakan Pamor yang banyak dicari orang, terutama pedagang dan pengusaha. Bentuknya merupakan pusaran atau gelang-gelang berlapis, paling sedikit ada tiga lapisan. Manfaatnya untuk mencari rejeki dan tidak pemilih).

Pada tahun 1930-an, yang disebut pamor udan mas harus merupakan pamor tiban, Dan termasuk cukup sulit membuat pamor udan mas pada keris berlekuk/luk.

Pamor Udan Mas Tiban terbaik pada Keris Tangguh Pajajaran

Dan dari Tangguh keris yang berpamor Udan Mas yang terbaik adalah Tangguh Pajajaran dan Tuban, karena pada umumnya bilahnya tipis.

Pasikutan kaku, besinya cenderung kering. Munculnya pamornya tidak direncanakan. Menancapnya pamor pada bilah keris pandes (kokoh, dalam) dan halus. Pamor  tergolong nggajih (kesannya seperti berlemak, bagai lapisan lemak beku menempel di wilah).
Warangka: Kayu Pakel Ladrang Surakarta lamen/kuno  dan telah diplitur ulang

Warangka Ladrang Surakarta lamen/Kuno Kayu Pakel

Panjang wilah/pesi: ± 34,5 cm / ± 5,5 cm

Ricikan masih utuh sesuai pakem Sempana Panjul

Keris dhapur Sempana termasuk banyak varian/macamnya, baik yang luk 7 (tujuh) maupun luk 9 (sembilan). Berdasar buku pakem dhapur keris Keraton Surakarta terbitan tanggal 24 April 1920, pada kategori luk 7 (tujuh) hanya ada dua jenis Sempana yaitu Panjul dan Bungkem.

Bagian sor-soran Keris Sempana Panjul

Saya pribadi lebih menentukan bahwa keris ini merupakan dhapur Sempana Panjul karena merupakan keris luk 7 dengan kembang kacang yang tidak mbungkem dan terdapat gandik radi methoq (gandik yang menonjol).

Pamor Nggajih

Sempana Panjul termasuk keris yang langka/jarang dijumpai, apalagi terdapat pamor udan mas tiban (tidak direncanakan), sehingga sangat cocok untuk melengkapi koleksi keris anda.

Termahar via Bukalapak

Tombak Pusaka Langka Sipat Kelor (Termahar)

Tangguh Mataram. Luk 3 (tiga)

Dimaharkan Tombak Pusaka Luk 3

Pamor: Pedaringan Kebak (tempat beras terisi penuh, angsar untuk kerejekian). Keluarnya pamor pandes momyor/semeblak. Warangan baru (foto sebelum warangan tersedia).

Foto sebelum dan sesudah warangan

Panjang wilah/pesi: ± 23 cm/ ± 12,5 cm

Disandangi dengan warangka tombak gaya Yogyakarta (plituran baru)

Pasikutan dhemes. Warangka lamen/lawas gaya Yogyakarta dengan plitur baru.

Tombak Sipat Kelor merupakan salah satu dhapur tombak luk 3 (tiga). Luknya mulai pertengahan wilah, sedangkan pangkalnya lurus. Pada bagian permukaan ujung rata, namun mulai 3-4 cm di bawah pucuk timbul ada-ada. Pesi tombak memiliki pluntiran (lihat foto).

Pesi tombak memiliki pluntiran

Sepintas seperti Tombak Panggang Lele, bedanya Sipat Kelor lebih ramping, tanpa bungkul, dan luknya mulai pertengahan wilah. Kebanyakan Tombak Sipat Kelor dibuat khusus untuk tombak PUSAKA, bukan untuk keperluan perang. Walaupun bentuknya sederhana, tombak Sipat Kelor tergolong langka, jarang dijumpai (sumber: Buku Ensiklopedi Keris oleh Bambang Harsrinuksmo).

Ingin tahu cerita dibalik didapatkannya tombak ini? Silahkan klik artikel berikut ini.

Merupakan tombak pusaka, bukan untuk tujuan perang

Dimaharkan tanpa landheyan (hanya wilah dan warangka saja). Cocok bagi anda yang mencari tombak pusaka langka sebagai “pegangan” dalam mencari rejeki.

Keluarnya pamor pandes momyor/semeblak
Pamor pedaringan kebak (artinya tempat beras terisi penuh), angsar kerejekian

Termahar ke Jember

Keris Panimbal Majapahit eks Naga Rangsang (Termahar)

Tangguh Majapahit. Luk 9 (Sembilan)

Keris Panimbal Tangguh Majapahit

Pembagian luk serasi. Pasikutan prigel/tangkas

Pamor Eks Naga Rangsang

Warangka Gayaman Surakarta baru dari kayu Timoho Pelet Gandrung (tuah pelet: pemiliknya hidup hemat dan cermat). Warangka bawaan telah rusak parah.

Warangka Keris Gayaman Surakarta kayu Timoho Pelet Gandrung

Panjang wilah/pesi: 30,5 cm/6 cm

Pelet Gandrung pada Warangka kayu Timoho

Pesi masih utuh dan kokoh. Keluarnya pamor ceprit-ceprit khas Tangguh Majapahit.

Tuah atau Angsar Pamor Naga Rangsang

Pamor eks Naga Rangsang. Tuah pamor ini menambah wibawa pemiliknya dan termasuk pamor pemilih. Ditinjau cara pembuatannya pamor Naga Rangsang tergolong pamor miring (rekan), yaitu pamor yang bentuk gambarannya telah dirancang lebih dahulu oleh Sang Empu. Pamor ini tidak mudah dibuat, sehingga nilai maharnya relatif lebih tinggi dibandingkan pamor lain.

Masih tersisa guratan pamor Naga Rangsang untuk dinikmati

Sebagai konsekuensi keluarnya pamor ceprit-ceprit/hemat pamor khas Majapahit, maka pamor Naga Rangsang di keris ini dengan perlahan digerogoti oleh Sang Waktu selama berabad-abad. Namun demikian secara isoteri keris-keris Tangguh Majapahit dipercaya memiliki perbawa lebih dibanding keris Tangguh lainnya.

Jaman dulu Keris Panimbal populer di kalangan abdi dalem karena dipercaya memiliki tuah yang menyebabkan pemilik dipercaya oleh atasannya (termasuk raja) untuk melaksanakan berbagai tugas.

Keris ini sangat cocok untuk para abdi negara (PNS/ASN), pegawai BUMN, atau orang yang bekerja di perusahaan swasta karena dapat menimbulkan kepercayaan dari atasannya.

Termahar ke Bapak P (Yogyakarta)

Keris Tilam Sari Mataram Amangkurat Nggodhong Pohung (Termahar)

Tangguh: Mataram Amangkurat/Kartasura

Pasikutan: Gagah Merbhawani (berwibawa)

Keris Tilam Sari tangguh Mataram Amangkurat

Warangka: Gayaman Surakarta kayu Timoho bawaan pemilik sebelumnya

Pamor: Ngulit semongko dan (pamor tiban emas lintang jukjuktal?)

Terselip pamor unik di salah satu sisi wadidang

Warangan baru (foto sebelum diwarangi tersedia)

Kontur wilah sedikit nggodhong pohung, warangan baru

Panjang wilah/pesi: 31 cm / 7 cm

Disandangi warangka Gayaman Surakarta kayu Timoho

Kontur wilah sedikit nggodhong pohung (gembung daun singkong)

Tilam Sari adalah salah satu dhapur keris wajib yang dimiliki orang Jawa selain dhapur keris Brojol, Tilam Upih dan Jalak Sangu Tumpeng. Sebagian kalangan pecinta keris beranggapan Tilam Sari baik untuk pria yang telah berkeluarga karena angsarnya membawa keteduhan dan ketentraman keluarga.    

Pasikutan gagah merbhawani

Pamor dominan Ngulit Semongko dipercaya memudahkan jalan rejeki dan mudah bergaul dengan siapa saja. Di salah satu sisi wadidang terselip “pamor emas Lintang Jukjuktal”, dengan angsar sabasane kang nganggo tinurut. Artinya kurang lebih:  semua bahasa/perkataan yang memakai dituruti (oleh orang lain).

Keluarnya pamor termasuk mubyar

Tangguh Mataram Amangkurat biasa juga disebut Tangguh Kartasura, dengan Raja Amangkurat II yang lebih populer disebut Sinuhun Amral (karena beliau raja Jawa pertama yang memakai pakaian dinas ala Eropa  sehingga rakyat memanggilnya dengan sebutan Sunan Amral, yaitu ejaan Jawa untuk Admiral). Pada masa tsb juga terjadi perkawinan budaya tosan aji dengan besi Eropa yang tidak bisa dihindarkan. Maka dari itu tosan ajinya berbeda dengan Mataram Senopaten maupun Sultan Agungan. Keris dan Tombak Tangguh Mataram Amangkurat/Kartasura lebih tebal, kokoh, tantingan berat/nggindel, tampak bisa diandalkan, lebih tegas, tampak garang dan berwibawa. Wilahnya banyak mengandung baja dengan munculnya pamor kasap dan mubyar.

Pada umumnya masyarakat perkerisan mempercayai bahwa keris Tangguh Mataram Amangkurat/Kartasura memiliki tuah pemberani, dan tegas. Sangat cocok dimiliki oleh mereka yang terlahir sebagai pemimpin, yang memerlukan ketegasan.  

Termahar Bapak P (Yogyakarta)

Keris Carubuk Segaluh Pamor Rojogundolo (Termahar)

Tangguh Segaluh. Pasikutan Wingit.

Keris Carubuk tangguh Segaluh

Luk 7. Termasuk luk kembo khas tangguh daerah kulonan/Pasundan.     

Pada bagian sor-soran terdapat pamor Rojogundolo

Pamor dominan Pulo Tirto dengan angsar menambah ketentraman keluarga, rejeki, dan luwes dalam pergaulan.

Di beberapa titik wilah muncul pamor akhodiyat

Di salah satu sisi sor-soran muncul Pamor Rojogundolo tiban. Berupa wajah laki-laki memakai semacam mahkota (lihat di foto). Tuah pamor Rojogundolo memberikan perlindungan bagi pemiliknya (misal menolak guna-guna, memindahkan makhluk halus, atau membersihkan rumah angker).

Pamor Rojogundolo berupa seraut wajah laki-laki bermahkota

Di bagian gandik juga terselip pamor  Batu Lapak dengan khasiat kewibawaan dan mendatangkan kekayaan.

Di bagian gandik terselip pamor Batu Lapak

Di beberapa titik pada wilah muncul pamor akhodiyat.

Warangan baru.

Saat belum diwarangi

Panjang Wilah/Pesi: ± 30,5 cm/5 cm

Warangka dan gandar kayu timoho pelet sembur

Warangka: Branggah Yogyakarta bahan kayu Timoho baik pelokan maupun gandarnya dengan motif pelet sembur.

Keris ini cocok untuk menambah koleksi anda apalagi keris Tangguh Segaluh dengan pamor bertuah perlindungan (Rojogundolo tiban), sekaligus pamor bertuah kerejekian (Pulo Tirto dan Batu Lapak) termasuk sulit ditemui.  Sungguh keris kelas pusaka yang sebenarnya.

Termahar via Bukalapak

Keris Jalak Sangu Tumpeng Ngulit Semongko-Jung Isi Dunyo (Termahar)

Pasikutan Dhemes (tampan, enak dilihat)

Keris Jalak Sangu Tumpeng

Tangguh: Estimasi Mataram Sultan Agung

Pamor: Ngulit Semongko (dipercaya memudahkan mencari jalan rejeki, dan mudah bergaul, pamor ini tidak pemilih dan cocok bagi siapa saja).

Di salah satu sisi bilah terselip pamor Jung Isi Dunyo (dipercaya memudahkan mencari rejeki/kekayaan).

Pasikutan Dhemes/Tampan, enak dilihat

Keluarnya pamor mubyar putih menyala

Lubang Tindhik pesi masih ada

Warangka: Gayaman Surakarta

Keris dhapur Jalak Sangu Tumpeng boleh dikata adalah salah satu keris berdhapur Jalak yang paling populer bagi masyarakat Jawa hingga banyak dijadikan pusaka warisan keluarga turun temurun.

Wilah dan Pesi utuh

Juga diketahui seringkali diberikan orang tua kepada anaknya ketika hendak merantau mencari rejeki atau dimiliki sebagai bekal dan pengingat dalam mencari rejeki yang berlimpah.

Termahar Via Bukalapak

Singep Keris Kain Cinde Warna Jingga (Termahar)

Sarung pembungkus warangka keris atau singep terbuat dari Kain Cinde warna Jingga.

Dipasangkan dengan Warangka Adat Surakarta

Cocok untuk segala jenis Warangka Keris dari adat Surakarta, Yogyakarta, Wulan Tumanggal, Sandang Walikat maupun jenis Warangka Keris luar Jawa (Melayu, Palembang, Sumatera, Lombok, Bugis dll).

Dipasangkan dengan Warangka Adat Yogyakarta

Tali juga terbuat dari kain Cinde (bukan tali kolor) sehingga tampak elegan dan mriyayeni.

Dipasangkan dengan Warangka Sandang Walikat dan Wulan Tumanggal

Silahkan lengkapi perabot pusaka anda dengan sarung warangka keris ini agar warangka  terhindar dari kemungkinan tergores, terbentur, kena debu dan sebab lain yang bisa merusak.

Kondisi ditutup, tali juga terbuat dari Kain Cinde (bukan tali kolor)

Murah namun tidak murahan. Juga tersedia warna lain, silahkan cek di item barang/persediaan warna lain.

Saat dipasang di dalam Lemari Pusaka

Termahar

Singep Keris Kain Cinde Warna Merah (Termahar)

Sarung pembungkus warangka keris atau singep terbuat dari Kain Cinde warna Merah.

Dipasangkan dengan Warangka Adat Surakarta

Cocok untuk segala jenis Warangka Keris dari adat Surakarta, Yogyakarta, Wulan Tumanggal, Sandang Walikat maupun jenis Warangka Keris luar Jawa (Melayu, Palembang, Sumatera, Lombok, Bugis dll).

Tali juga terbuat dari kain Cinde (bukan tali kolor) sehingga tampak elegan dan mriyayeni.

Silahkan lengkapi perabot pusaka anda dengan sarung warangka keris ini agar warangka  terhindar dari kemungkinan tergores, terbentur, kena debu dan sebab lain yang bisa merusak.

Murah namun tidak murahan. Juga tersedia warna lain, silahkan cek di item barang/persediaan warna lain.

Termahar