Rayban B&L U.S.A. Outdoorsman I Driving Chromax Black Chrome (Sold Out)

Original Ray-ban Outdoorsman I B&L U.S.A. dengan frame Black Chrome.

Ray-ban Outdoorsman I B&L U.S.A beserta kelengkapannya

Tipe Lensa Chromax size 62 mm original made in U.S.A. kondisi NOS (New Old Stock) dan lensa 100% good condition. 

Kondisi lensa 100% bagus dan utuh

Lensa ini mempunyai teknologi Chromax Color Contrast yang mampu meningkatkan kontrasnya warna dan intensitas saat mengemudi terutama warna merah, hijau, dan kuning. Penggunaan neodymium, sebuah unsur alam yang langka mampu secara selektif memfilter cahaya dari lingkungan mengemudi untuk meningkatkan kontras dan mempertajam detail. Sebagai hasilnya, sinyal lampu lalu lintas, lampu rem kendaraan, dan rambu-rambu lalu lintas terlihat lebih terang dan lebih mudah dilihat terutama pada saat malam hari. Sementara efek silau dapat diminimalisir oleh lensa Chromax ini. Lapisan anti reflektif yang canggih secara signifikan mampu memotong refleksi cahaya permukaan jalan dari atas dan belakang (80% penyerapan cahaya).

Grafir tulisan B&L RAY-BAN U.S.A. dengan keterangan size lensa 62

Jadi lensa ini cocok digunakan saat berkendara baik siang maupun malam hari tanpa meninggalkan unsur style dari kacamata Ray-Ban yang legendaris. Malahan awalnya lensa ini didesain untuk negara 4 (empat) musim, jadi juga pas untuk sunglasses cuaca bersalju.

Grafir tulisan BL pada lensa, sticker masih menempel utuh

Kelengkapan dus hitam, kacamata, kain lap original Ray-Ban bawaannya, case original hitam namun tulisan telah pudar. Khusus case boleh memilih warna coklat yang juga original namun bawaan tipe lain dengan tulisan Ray-Ban yang masih terlihat dengan baik (case hanya boleh pilih salah satu yaitu hitam atau coklat).

Dijual kacamata beserta kelengkapan case, lap dan kardus originalnya

Khusus untuk yang mengerti kualitas Ray-Ban B&L U.S.A. Silahkan cek foto detail dengan seksama.

Barang sudah sulit dicari dengan kondisi NOS (New Old Stock).

Maaf buat agan-agan yang akan nego sadis lebih baik tidak usah chat.

Selama iklan masih tayang berarti barang masih ada

Terjual via Tokopedia

Tombak Kudhup Gambir Pamor Teja Kinurung Ukuran Jumbo (Termahar)

Tangguh Mataram.

Pasikutan Gagah Merbhawani

Pamor: Teja Kinurung (artinya Cahaya yang Terkurung). Dengan filosofi bahwa hati kita mengandung nur/teja/cahaya yaitu tidak pernah padam menyinari kegelapan, sehingga kita bisa menjadi penerang/pemberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Angsar baik untuk pegawai negeri/ASN atau mereka yang bekerja untuk negara. Itulah sebabnya banyak pejabat negara yang memiliki tosan aji berpamor Teja Kinurung.

Tutup Tombak model Yogyakarta

Pamor Teja Kinurung termasuk pamor rekan yang mempunyai tingkat kesulitan pembuatan tingkat advance, sehingga wajar mempunyai nilai mahar yang lebih tinggi.

Pamor Tejo Kinurung termasuk banyak dicari penggemar Tosan Aji

Tergolong pamor tidak pemilih, siapa saja cocok memilikinya. Keluarnya pamor pandes.

Keterangan ricikan Tombak Kudhup Gambir

Panjang wilah/pesi: ± 29 cm/ ± 12 cm. Tergolong tombak Kudhup Gambir ukuran jumbo karena biasanya ditemui dengan ukuran 12-15 cm, kadang-kadang sampai 17 cm (sumber Buku Ensiklopedi Keris oleh Bambang Harsrinuksmo).   

Termasuk tombak jumbo

Pasikutan gagah merbhawani. Warangka lamen/lawas gaya Yogyakarta dengan plitur baru.

Landheyan terbuat dari kayu jati.

Termahar langsung via Japri  kepada Bapak AB/Karanganyar

Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram (Termahar)

Pasikutan Prigel/Tangkas

Tangguh: Estimasi Mataram

Keris Jalak Sangu Tumpeng Tangguh Mataram

Pamor: Ngulit Semangka (angsar untuk memudahkan mencari rejeki dan mudah bergaul dengan siapa saja, pamor ini tidak pemilih dan cocok bagi siapa saja).

Dengan Pamor Ngulit Semangka

Keluarnya pamor luluh keabu-abuan.

Keris ini memiliki gaya seperti umumnya keris Mataram Senopaten yang bentuk bilahnya ramping seperti keris Majapahit, tetapi besi dan penerapan pamor serta bentuk ganjanya menunjukkan ciri Mataram Senopaten

Warangka: Ladrang Surakarta dengan kondisi yang baik

Warangka Ladrang Surakarta dengan Kondisi Bagus

Ricikan tingil/thingil masih ada. Silahkan dibandingkan dengan Keris Jalak Sangu Tumpeng yang lain, dimana ricikan tingil/thingilnya kebanyakan sudah aus/hilang.

Ricikan Tingil/Thingil masih ada/terlihat

Panjang wilah/pesi: ± 30,5 cm/ ± 7 cm

Warangan baru

Filosofi Keris Jalak Sangu Tumpeng

Keris dhapur Jalak Sangu Tumpeng boleh dikata adalah salah satu keris berdhapur Jalak yang paling populer bagi masyarakat Jawa hingga banyak dijadikan pusaka warisan keluarga turun temurun.

Juga diketahui seringkali diberikan orang tua kepada anaknya ketika hendak merantau mencari rejeki atau dimiliki sebagai pusaka dan pengingat dalam mencari rejeki yang berlimpah.

Termahar via Shopee

Singep Keris Kain Cinde Motif Cakar (Termahar)

Sarung pembungkus warangka keris atau singep terbuat dari Kain Cinde motif Cakar.

Dengan warangka keris adat Surakarta

Filosofi motif Cakar adalah kemandirian dalam mencari rejeki. Cocok untuk segala jenis Warangka Keris dari adat Surakarta, Yogyakarta, Wulan Tumanggal, Sandang Walikat maupun jenis Warangka Keris luar Jawa (Melayu, Palembang, Sumatera, Lombok, Bugis dll).

Dengan warangka keris adat Yogyakarta

Tali juga terbuat dari kain Cinde (bukan tali kolor) sehingga tampak elegan dan mriyayeni.

Kondisi saat ditutup, nampak tali juga terbuat dari kain Cinde

Silahkan lengkapi perabot pusaka anda dengan sarung warangka keris ini agar warangka  terhindar dari kemungkinan tergores, terbentur, kena debu dan sebab lain yang bisa merusak.

Dengan warangka Sandang Walikat dan Wulan Tumanggal

Murah namun tidak murahan. Juga tersedia warna lain, silahkan cek di item barang/persediaan warna lain. Selama iklan ini tayang berarti persediaan masih ada.

Saat disimpan di dalam Lemari Pusaka, nampak elegan

Termahar

Keris Sabuk Inten Tundung Mungsuh (Termahar)

Tangguh: Mataram HB/Hamengku Buwono. Luk: 11 (sebelas)

Pasikutan: dhemes/tampan

Keris Sabuk Inten Mataram HB

Pamor: Wos Wutah (baik untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya, bisa digunakan untuk mencari rejeki, cukup wibawa dan disayang orang sekelilingnya, pamor ini tidak pemilih).

Pada salah satu sisi gonjo terdapat pamor tundung mungsuh dan pamor sumber (lihat foto). Pamor tundung mungsuh pada gonjo seperti ini jarang sekali terdapat dan biasanya hanya pada keris “TOP” saja, dilihat dari susunan besi dan bahan pamornya maka pamor ini mirip dengan pamor Ujung Gunung pada bilah keris dengan posisi yang melintang. Tuahnya menolak mara bahaya dan membuat lawan takut.

Pamor Tundung Mungsuh pada Gonjo Keris Sabuk Inten

Sedangkan pamor sumber pada gonjo berupa bulatan berlapis-lapis (minim 3 lapis) dengan angsar mendatangkan rejeki yang terus mengalir/tidak pernah kering.

Pamor Sumber pada Gonjo Keris Sabuk Inten

Warangan baru. Sogokan aus berlubang karena usia.

Sandangan bawaan pemilik sebelumnya dimana kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak sinkron. Yaitu warangka gayaman kayu timoho gaya Yogyakarta namun dedernya gaya Surakarta, juga kondisi mendaknya telah rusak (lihat foto).

Sandangan pada Keris Sabuk Inten yang memprihatinkan

Kembang kacang termasuk nggelung wayang. Pesi gilig mucuk (bentuk silindris namun makin ke bawah makin berdiameter kecil, umumnya dijumpai pada keris Tangguh Tua terutama Tangguh Majapahit dan Mataram.

Pesi Gilig Mucuk khas Mataram

Panjang wilah/pesi: ± 36 cm / ± 6,5 cm

Beberapa ciri khas Tangguh Mataram HB adalah besinya lumer (halus rabaannya) dan berkesan kering, warnanya agak biru. Menancapnya pamor pada bilah pandes dan ngawat (kokoh dan serupa kawat); sebagian pamor itu mrambut dan garis pamornya besar momyor/semeblak. Panjang bilahnya berukuran sedang, makin ke ujung makin ramping sehingga berkesan runcing. Luknya tidak begitu rapat.

Keris yang menarik untuk dikoleksi

Sabuk Inten adalah salah satu bentuk dhapur keris luk sebelas. Ukuran panjang bilahnya sedang, permukaan bilahnya nglimpa. Keris ini memakai kembang kacang dan lambe gajah. Ricikan lain yang terdapat pada keris Sabuk Inten adalah sogokan rangkap, sraweyan, dan ri pandan atau greneng. Sabuk Inten dianggap dhapur keris yang wajib dimiliki oleh seorang kolektor, tak heran hingga kini masih tetap menjadi buruan penggemar tosan aji.

Sabuk Inten di masanya merupakan salah satu dapur keris yang melambangkan kemakmuran dan kemewahan. Dimaharkan sesuai kondisi apa adanya.

Termahar via Shopee

Keris Langka Sempana Panjul Udan Mas Tiban (Termahar)

Keris dhapur langka: Sempana Panjul. Luk 7 (tujuh). Tangguh: Pajajaran.

Keris Langka Sempana Panjul Pamor Udan Mas Tiban

Keluarnya luk kemba/tidak dalam khas tangguh Pajajaran/Pasundhan/Kulonan

Sempana Panjul berdasar buku pakem dhapur keris Keraton Surakarta terbitan tanggal 24 April 1920

Pamor dominan Ngulit Semangka. Angsar: memudahkan mencari jalan rejeki dan mudah bergaul pada siapa saja dan dari golongan manapun. Pamor ini tidak pemilih, artinya cocok dengan siapa saja.

Pamor Dominan Ngulit Semangka

Mulai pertengahan wilah sampai panetes muncul pamor Udan Mas Tiban (tidak direncanakan) di kedua sisi wilah (lihat foto).

Pamor Udan Mas Tiban pada salah satu sisi wilah Sempana Panjul

Pamor Udan Mas  merupakan Pamor yang banyak dicari orang, terutama pedagang dan pengusaha. Bentuknya merupakan pusaran atau gelang-gelang berlapis, paling sedikit ada tiga lapisan. Manfaatnya untuk mencari rejeki dan tidak pemilih).

Pada tahun 1930-an, yang disebut pamor udan mas harus merupakan pamor tiban, Dan termasuk cukup sulit membuat pamor udan mas pada keris berlekuk/luk.

Pamor Udan Mas Tiban terbaik pada Keris Tangguh Pajajaran

Dan dari Tangguh keris yang berpamor Udan Mas yang terbaik adalah Tangguh Pajajaran dan Tuban, karena pada umumnya bilahnya tipis.

Pasikutan kaku, besinya cenderung kering. Munculnya pamornya tidak direncanakan. Menancapnya pamor pada bilah keris pandes (kokoh, dalam) dan halus. Pamor  tergolong nggajih (kesannya seperti berlemak, bagai lapisan lemak beku menempel di wilah).
Warangka: Kayu Pakel Ladrang Surakarta lamen/kuno  dan telah diplitur ulang

Warangka Ladrang Surakarta lamen/Kuno Kayu Pakel

Panjang wilah/pesi: ± 34,5 cm / ± 5,5 cm

Ricikan masih utuh sesuai pakem Sempana Panjul

Keris dhapur Sempana termasuk banyak varian/macamnya, baik yang luk 7 (tujuh) maupun luk 9 (sembilan). Berdasar buku pakem dhapur keris Keraton Surakarta terbitan tanggal 24 April 1920, pada kategori luk 7 (tujuh) hanya ada dua jenis Sempana yaitu Panjul dan Bungkem.

Bagian sor-soran Keris Sempana Panjul

Saya pribadi lebih menentukan bahwa keris ini merupakan dhapur Sempana Panjul karena merupakan keris luk 7 dengan kembang kacang yang tidak mbungkem dan terdapat gandik radi methoq (gandik yang menonjol).

Pamor Nggajih

Sempana Panjul termasuk keris yang langka/jarang dijumpai, apalagi terdapat pamor udan mas tiban (tidak direncanakan), sehingga sangat cocok untuk melengkapi koleksi keris anda.

Termahar via Bukalapak

Tombak Pusaka Langka Sipat Kelor (Termahar)

Tangguh Mataram. Luk 3 (tiga)

Dimaharkan Tombak Pusaka Luk 3

Pamor: Pedaringan Kebak (tempat beras terisi penuh, angsar untuk kerejekian). Keluarnya pamor pandes momyor/semeblak. Warangan baru (foto sebelum warangan tersedia).

Foto sebelum dan sesudah warangan

Panjang wilah/pesi: ± 23 cm/ ± 12,5 cm

Disandangi dengan warangka tombak gaya Yogyakarta (plituran baru)

Pasikutan dhemes. Warangka lamen/lawas gaya Yogyakarta dengan plitur baru.

Tombak Sipat Kelor merupakan salah satu dhapur tombak luk 3 (tiga). Luknya mulai pertengahan wilah, sedangkan pangkalnya lurus. Pada bagian permukaan ujung rata, namun mulai 3-4 cm di bawah pucuk timbul ada-ada. Pesi tombak memiliki pluntiran (lihat foto).

Pesi tombak memiliki pluntiran

Sepintas seperti Tombak Panggang Lele, bedanya Sipat Kelor lebih ramping, tanpa bungkul, dan luknya mulai pertengahan wilah. Kebanyakan Tombak Sipat Kelor dibuat khusus untuk tombak PUSAKA, bukan untuk keperluan perang. Walaupun bentuknya sederhana, tombak Sipat Kelor tergolong langka, jarang dijumpai (sumber: Buku Ensiklopedi Keris oleh Bambang Harsrinuksmo).

Ingin tahu cerita dibalik didapatkannya tombak ini? Silahkan klik artikel berikut ini.

Merupakan tombak pusaka, bukan untuk tujuan perang

Dimaharkan tanpa landheyan (hanya wilah dan warangka saja). Cocok bagi anda yang mencari tombak pusaka langka sebagai “pegangan” dalam mencari rejeki.

Keluarnya pamor pandes momyor/semeblak
Pamor pedaringan kebak (artinya tempat beras terisi penuh), angsar kerejekian

Termahar ke Jember

Keris Jalak Tilam Sari Pamor Slewah Rojogundolo (Termahar)

Tangguh: Cirebon. Pasikutan: Gagah Merbhawani (berwibawa)

Tangguh Cirebon Pamor Slewah

Warangka: Gayaman Surakarta kayu Timoho

Pamor Slewah yaitu dua motif berbeda namun menempati dua sisi wilah keris yang sama. Terdiri dari Pamor Wengkon Isen dan Wos Wutah.

Salah satu sisi wilah berpamor Wengkon Isen

Di bagian salah satu sor-soran terdapat Pamor Rojogundolo Tiban bermotif wajah/kepala Semar Kuncung.

Di sisi lain berpamor Wos Wutah dengan Rojogundolo wajah/kepala Semar Kuncung

Panjang wilah/pesi: 37,5 cm / 7 cm. Warangan baru.

Dengan Warangka Gayaman Surakarta dari kayu Timoho

Dentingan wilah nyaring pertanda matang tempa. Condong leleh sangat ekstrim (dengan filosofi menjadi manusia yang tidak sombong). Condong lelehnya lebih ekstrim daripada keris tangguh kulonan pada umumnya.

Warangan baru, nampak setelah diminyaki

Bahan pamor dari Pasir Malelo khas Tangguh Cirebon/pesisir, sehingga nampak berkerlip (malelo = membara/bahasa Jawa).

Gonjo berpamor Mas Kumambang dengan Kanyut di ujung buntutnya

Jalak Tilam Sari adalah salah satu dhapur keris yang disebut dalam Serat Centhini dimana mempunyai murad/makna: “Jangan berpisah dengan senjata anda baik dalam kondisi bangun atau tidur, maupun siang atau malam”. Kesimpulannya: kita harus tetap waspada dalam kondisi apapun.

Pamor Wengkon Isen dipercaya untuk perlindungan, menghindari godaan dan lebih hemat/terhindar sifat boros. Pamor Wos Wutah angsar untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya, bisa digunakan untuk mencari rejeki, cukup wibawa dan disayang orang sekelilingnya. Kedua pamor ini tidak pemilih.

Di salah satu sisi sor-soran terselip Pamor Tiban Rojogundolo wajah/kepala Semar Kuncung. Angsar tuah pamor Rojogundolo memberikan perlindungan bagi pemiliknya (misal menolak guna-guna, memindahkan makhluk halus, atau membersihkan rumah angker).

Pamor Rojogundolo Semar Kuncung

Semar Kuncung: meskipun rambutnya seperti anak-anak (berkuncung) namun dengan wajah tua bermakna Semar memiliki jiwa melayani setiap umat (tua maupun muda) tanpa pamrih sebagai wujud mengabdi kepada Tuhan.. Seperti halnya tokoh Semar sebagai abdi utama dari Pandawa tokoh pembela kebenaran di dunia pewayangan. Konon rambut kuncung Semar berjumlah 99 helai (melambangkan Asmaul Husna).  Tak heran di kalangan pecinta Tosan Aji juga mempunyai koleksi Jimatan Semar Kuncung.

Bagian gonjo berpamor Mas Kumambang (angsar baik untuk pergaulan), dengan tambahan ricikan Kanyut di bagian buntutnya.  

Foto Gonjo dengan ricikan Kanyut, cukup unik

Pada umumnya keris Tangguh Cirebon ditujukan sebagai pusaka tayuhan yang lebih mengutamakan sisi isoteri sesuai dengan kuatnya pengaruh tasawuf  pada waktu itu, yang disertai lahirnya tarekat Satariyah.

Termahar via Shopee

Keris Pandawa Cinarita Kelengan Bersertifikat (Termahar)

Tangguh Mataram Abad XVIII (lihat sertifikat/surat keterangan TMII)

Keris Pandawa Cinarita Pamor Kelengan

Jumlah Luk: 5. Pembagian luk merata serasi

Dimaharkan include Sertifikat TMII (Taman Mini Indonesia Indah)

Pasikutan gagah birawa

Pasikutan Gagah Birawa

Warangka gayaman Surakarta kayu Timoho

Warangka Gayaman Surakarta Kayu Timoho

Pamor: Kelengan atau Pengawak Waja, dengan angsar/tuah yaitu membuat pemiliknya berpikir dan bersikap lebih bijaksana.

Angsar Pamor Kelengan diantaranya sebagai Pusaka Tindih

Keris berpamor kelengan/pengawak waja lebih mengutamakan kematangan tempa dan kesepurnaan aspek garap. Bahkan juga memiliki kekuatan isoteri lebih multifungsi dibanding keris berpamor. Yaitu sebagai alternatif keris pusaka TINDIH, dimana secara mata batin, watak, karakter, perbawa dari keris TINDIH dapat menjadi pamomong bagi tosan aji lainnya

Material besi bagus dan prima, tampak wilah keris ketika diminyaki

Panjang Wilah/Pesi: 35,5 cm / 7  cm

Detail bagian sor-soran Keris

Dimaharkan include surat keterangan/sertifikat TMII

Mengutamakan aspek garap dan kematangan tempa

Keris Pandawa Cinarita termasuk dicari para pemburu isoteri keris karena dipercaya membantu orang lancar berbicara, meningkatkan kharisma, dicintai orang sekitarnya. Biasanya jaman dulu keris Pandawa Cinarita dimiliki para Dalang. Hingga kini  banyak dicari guru, dosen, MC, salesman, notaris, pengacara maupun profesi-profesi lain yang menuntut kemampuan berbicara di depan publik.

Termahar Via Tokopedia

Keris Panimbal Majapahit eks Naga Rangsang (Termahar)

Tangguh Majapahit. Luk 9 (Sembilan)

Keris Panimbal Tangguh Majapahit

Pembagian luk serasi. Pasikutan prigel/tangkas

Pamor Eks Naga Rangsang

Warangka Gayaman Surakarta baru dari kayu Timoho Pelet Gandrung (tuah pelet: pemiliknya hidup hemat dan cermat). Warangka bawaan telah rusak parah.

Warangka Keris Gayaman Surakarta kayu Timoho Pelet Gandrung

Panjang wilah/pesi: 30,5 cm/6 cm

Pelet Gandrung pada Warangka kayu Timoho

Pesi masih utuh dan kokoh. Keluarnya pamor ceprit-ceprit khas Tangguh Majapahit.

Tuah atau Angsar Pamor Naga Rangsang

Pamor eks Naga Rangsang. Tuah pamor ini menambah wibawa pemiliknya dan termasuk pamor pemilih. Ditinjau cara pembuatannya pamor Naga Rangsang tergolong pamor miring (rekan), yaitu pamor yang bentuk gambarannya telah dirancang lebih dahulu oleh Sang Empu. Pamor ini tidak mudah dibuat, sehingga nilai maharnya relatif lebih tinggi dibandingkan pamor lain.

Masih tersisa guratan pamor Naga Rangsang untuk dinikmati

Sebagai konsekuensi keluarnya pamor ceprit-ceprit/hemat pamor khas Majapahit, maka pamor Naga Rangsang di keris ini dengan perlahan digerogoti oleh Sang Waktu selama berabad-abad. Namun demikian secara isoteri keris-keris Tangguh Majapahit dipercaya memiliki perbawa lebih dibanding keris Tangguh lainnya.

Jaman dulu Keris Panimbal populer di kalangan abdi dalem karena dipercaya memiliki tuah yang menyebabkan pemilik dipercaya oleh atasannya (termasuk raja) untuk melaksanakan berbagai tugas.

Keris ini sangat cocok untuk para abdi negara (PNS/ASN), pegawai BUMN, atau orang yang bekerja di perusahaan swasta karena dapat menimbulkan kepercayaan dari atasannya.

Termahar ke Bapak P (Yogyakarta)