Keris Panimbal Majapahit Pamor Naga Rangsang

Keris Panimbal Majapahit eks Naga Rangsang

Tangguh Majapahit. Luk 9 (Sembilan)

Keris Panimbal Tangguh Majapahit

Pembagian luk serasi. Pasikutan prigel/tangkas

Pamor Eks Naga Rangsang

Warangka Gayaman Surakarta baru dari kayu Timoho Pelet Gandrung (tuah pelet: pemiliknya hidup hemat dan cermat). Warangka bawaan telah rusak parah.

Warangka Keris Gayaman Surakarta kayu Timoho Pelet Gandrung

Panjang wilah/pesi: 30,5 cm/6 cm

Pelet Gandrung pada Warangka kayu Timoho

Pesi masih utuh dan kokoh. Keluarnya pamor ceprit-ceprit khas Tangguh Majapahit.

Tuah atau Angsar Pamor Naga Rangsang

Pamor eks Naga Rangsang. Tuah pamor ini menambah wibawa pemiliknya dan termasuk pamor pemilih. Ditinjau cara pembuatannya pamor Naga Rangsang tergolong pamor miring (rekan), yaitu pamor yang bentuk gambarannya telah dirancang lebih dahulu oleh Sang Empu. Pamor ini tidak mudah dibuat, sehingga nilai maharnya relatif lebih tinggi dibandingkan pamor lain.

Masih tersisa guratan pamor Naga Rangsang untuk dinikmati

Sebagai konsekuensi keluarnya pamor ceprit-ceprit/hemat pamor khas Majapahit, maka pamor Naga Rangsang di keris ini dengan perlahan digerogoti oleh Sang Waktu selama berabad-abad. Namun demikian secara isoteri keris-keris Tangguh Majapahit dipercaya memiliki perbawa lebih dibanding keris Tangguh lainnya.

Jaman dulu Keris Panimbal populer di kalangan abdi dalem karena dipercaya memiliki tuah yang menyebabkan pemilik dipercaya oleh atasannya (termasuk raja) untuk melaksanakan berbagai tugas.

Keris ini sangat cocok untuk para abdi negara (PNS/ASN), pegawai BUMN, atau orang yang bekerja di perusahaan swasta karena dapat menimbulkan kepercayaan dari atasannya.

Link Pembelian:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4g74v7a-jual-keris-panimbal-majapahit-eks-naga-rangsang?from=list-product&pos=0

https://www.tokopedia.com/warungantikan/keris-panimbal-majapahit-eks-naga-rangsang?whid=0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *