Keris Megantoro Mataram Surakarta

Pasikutan: Gagah Merbhawani

Warangka Gayaman Surakarta Iras dari Kayu Cendana Wangi

Luk 5 (lima). Tangguh estimasi: Mataram Surakarta/PB Sepuh

Panjang Wilah/Pesi: ± 36 cm/ ± 7,5 cm

Baik wilah maupun pesi sangat utuh

Pusaka disandangkan warangka Gayaman Surakarta kayu Cendana Wangi iras/tanpa sambungan.

Pamor Wos Wutah, berkhasiat baik untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya, dapat digunakan untuk mencari rejeki, cukup wibawa dan disayang orang sekelilingnya, pamor ini tidak pemilih.

Pamor dominan Wos Wutah, Pasikutan nampak gagah berwibawa

Di bagian sor-soran bolak balik ada pamor Bawang Sebungkul yang dipercaya untuk rejeki/pengembangan modal. Cocok untuk pekerja di Bank dan pengembang modal/keuangan. Pamor ini juga tidak pemilih.

Lipat tempa spasi rapat, tekstur nyabak halus.

Terdapat tindik logam warna kuning di dalam alur lipat tempa bagian pesi (lihat foto). Jenis logam belum diketahui, silahkan Anda menilai sendiri. Ukuran tindik logam ini termasuk kecil dan tersembunyi letaknya.

Tindik logam warna kuning di bagian pesi. Emas kah?

Pemberian tindik logam pada sebilah keris Pusaka tentu bukanlah tidak disengaja atau tanpa maksud. Tindik pada pesi dipercaya agar pemiliknya terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif, ada juga kepercayaan untuk meredam aura panas pusaka itu sendiri.

Lipat tempa spasi rapat, tekstur nyabak halus

Nama dhapur keris Megantoro berasal dari kata Mego dan Antoro (keduanya Bahasa Jawa), yang secara harfiah mego artinya mega atau awan, dan antoro adalah antara atau batas. Menggambarkan awan ibarat seorang pemimpin yang posisinya selalu di atas, yang harus dapat mengayomi kepada bawahannya. Namun demikian harus diingat kekuasaan pemimpin di dunia ada batasnya/di atas langit masih ada langit, dan di saat yang sama harus lebih banyak bersyukur  karena masih ada bumi di bawahnya (menggambarkan masih banyak orang yang tidak seberuntung kita baik secara karir/rejeki/posisi).

Keris Megantoro wajib dimiliki seorang Pemimpin

Belum lengkap rasanya apabila seorang kolektor keris belum memiliki pusaka Keris Megantoro, apalagi dhapur keris ini dipercaya untuk menimbulkan wibawa besar bagi yang berkecimpung di dunia politik, militer maupun pemerintahan.

Link Pembelian:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4hekyda-jual-keris-megantoro-mataram-surakarta?from=list-product&pos=0

https://www.tokopedia.com/warungantikan/keris-megantoro-mataram-surakarta?extParam=ivf%3Dfalse%26src%3Dsearch&refined=true

https://shopee.co.id/Keris-Megantoro-Mataram-Surakarta-i.583707236.21344681870?sp_atk=967f6979-31fa-4956-94c3-1a52f500f708&xptdk=967f6979-31fa-4956-94c3-1a52f500f708

Tombak Sapit Abon Pamor Miring Besi Pulen

Tangguh Mataram. Pasikutan prigel/lincah.

Tombak Sepuh Sabit Abon kondisi sebelum dan sesudah diwarangi

Pamor dominan Wos Wutah berkhasiat baik untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya, dapat digunakan untuk mencari rejeki, cukup wibawa dan disayang orang sekelilingnya, pamor ini tidak pemilih. Di salah satu sisi wilah terdapat pamor miring yaitu Pamor Wiji Semen, dengan tuah untuk melindungi dari guna-guna atau gangguan makhluk halus (lihat foto). Pamor miring tidak mudah dibuat, sehingga nilai maharnya relatif lebih tinggi dibandingkan pamor lain.

Di salah satu sisi wilah terdapat pamor Wiji Semen

Tombak ini merupakan unjuk kemampuan sang Empu dalam membuat karya yang berkualitas mengingat pamornya kombinasi mlumah (Wos Wutah) dan miring (Wiji Semen) dalam 1 (satu) wilah Tombak, dengan besi yang pulen berkualitas pula (lihat foto).  

Besi nampak pulen, warna abu-abu kehijauan

Warangan baru (kondisi sebelum diwarangi ada di foto). Keluarnya pamor nyanak. Material besi bagus, dengan permukaan besi halus warna abu-abu kehijauan, kontur nggodhong pohung/gembung daun.

Tombak Sapit Abon yang terkenal Kanjeng Kyai Muntab

Tombak berdhapur Sapit Abon yang terkenal adalah milik Adipati Aryo Penangsang dari Jipang Panolan yang bergelar Kanjeng Kyai Muntab, yang digunakan untuk berperang melawan Sutawijaya di Sungai Bengawan Solo.

Dimaharkan dalam kondisi ligan (tanpa warangka dan landheyan)

Panjang wilah/pesi: ± 24,5 cm/ ± 8 cm.

Dimaharkan dengan kondisi ligan (tanpa warangka maupun landheyan), sesuai kondisi yang didapatkan dari lokasi desa. Bila menghendaki diberi warangka/tutup tombak atau landheyan silahkan chat lebih lanjut (mahar menyesuaikan).

Kondisi kotor saat diperoleh dari desa

Link Pembelian:

https://www.tokopedia.com/warungantikan/tombak-sapit-abon-pamor-miring-besi-pulen?extParam=ivf%3Dfalse%26src%3Dsearch

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4heaeig-jual-tombak-sapit-abon-pamor-miring-besi-pulen?from=list-product&pos=0

https://shopee.co.id/Tombak-Sapit-Abon-Pamor-Miring-Besi-Pulen-i.583707236.19442318699?sp_atk=e8019fc4-0123-4b2c-804f-205611f60dd7&xptdk=e8019fc4-0123-4b2c-804f-205611f60dd7

Rayban B&L U.S.A. Outdoorsman I Driving Chromax Black Chrome (Sold Out)

Original Ray-ban Outdoorsman I B&L U.S.A. dengan frame Black Chrome.

Ray-ban Outdoorsman I B&L U.S.A beserta kelengkapannya

Tipe Lensa Chromax size 62 mm original made in U.S.A. kondisi NOS (New Old Stock) dan lensa 100% good condition. 

Kondisi lensa 100% bagus dan utuh

Lensa ini mempunyai teknologi Chromax Color Contrast yang mampu meningkatkan kontrasnya warna dan intensitas saat mengemudi terutama warna merah, hijau, dan kuning. Penggunaan neodymium, sebuah unsur alam yang langka mampu secara selektif memfilter cahaya dari lingkungan mengemudi untuk meningkatkan kontras dan mempertajam detail. Sebagai hasilnya, sinyal lampu lalu lintas, lampu rem kendaraan, dan rambu-rambu lalu lintas terlihat lebih terang dan lebih mudah dilihat terutama pada saat malam hari. Sementara efek silau dapat diminimalisir oleh lensa Chromax ini. Lapisan anti reflektif yang canggih secara signifikan mampu memotong refleksi cahaya permukaan jalan dari atas dan belakang (80% penyerapan cahaya).

Grafir tulisan B&L RAY-BAN U.S.A. dengan keterangan size lensa 62

Jadi lensa ini cocok digunakan saat berkendara baik siang maupun malam hari tanpa meninggalkan unsur style dari kacamata Ray-Ban yang legendaris. Malahan awalnya lensa ini didesain untuk negara 4 (empat) musim, jadi juga pas untuk sunglasses cuaca bersalju.

Grafir tulisan BL pada lensa, sticker masih menempel utuh

Kelengkapan dus hitam, kacamata, kain lap original Ray-Ban bawaannya, case original hitam namun tulisan telah pudar. Khusus case boleh memilih warna coklat yang juga original namun bawaan tipe lain dengan tulisan Ray-Ban yang masih terlihat dengan baik (case hanya boleh pilih salah satu yaitu hitam atau coklat).

Dijual kacamata beserta kelengkapan case, lap dan kardus originalnya

Khusus untuk yang mengerti kualitas Ray-Ban B&L U.S.A. Silahkan cek foto detail dengan seksama.

Barang sudah sulit dicari dengan kondisi NOS (New Old Stock).

Maaf buat agan-agan yang akan nego sadis lebih baik tidak usah chat.

Selama iklan masih tayang berarti barang masih ada

Terjual via Tokopedia

Singep Kain Bludru untuk Warangka Tombak Warna Hijau

Edisi terbatas singep kain beludru warna Hijau untuk warangka/tutup tombak.

Singep Tombak dengan Warangka Adat Surakarta

Panjang: ± 36-37 cm (tidak termasuk rumbai)

Singep Tombak dengan Warangka Adat Yogyakarta

Lebar atas tutup tombak: ± 6 cm

Singep Tombak terbuat dari Bludru warna Hijau

Lebar bawah tutup tombak: ± 9-10 cm

Dilengkapi rumbai untuk menambah kesan gagah

Ditambahi rumbai agar menambah wibawa pusaka anda. Cocok untuk model warangka tombak gaya Surakarta maupun Yogyakarta.

Link Pembelian:

https://shopee.co.id/Singep-Kain-Bludru-untuk-Warangka-Tombak-Warna-Hijau-i.583707236.10596685194?sp_atk=83cd9595-95c2-43b5-b36e-ed6690dc7b6d&xptdk=83cd9595-95c2-43b5-b36e-ed6690dc7b6d

https://www.tokopedia.com/warungantikan/singep-kain-bludru-untuk-warangka-tombak-warna-hijau?extParam=ivf%3Dfalse%26src%3Dsearch

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4habc1a-jual-singep-kain-bludru-untuk-warangka-tombak-warna-hijau?from=list-product&pos=0

Singep Keris Kain Cinde Motif Rante

Sarung pembungkus warangka keris atau singep terbuat dari Kain Cinde motif Rante. Filosofi motif Rante (Bahasa Indonesia = Rantai) adalah untuk mengikat, baik mengikat hubungan/relasi dengan pasangan, pelanggan atau hubungan bisnis.

Dengan Warangka Adat Yogyakarta

Cocok untuk segala jenis Warangka Keris dari adat Surakarta, Yogyakarta, Wulan Tumanggal, Sandang Walikat maupun jenis Warangka Keris luar Jawa (Melayu, Palembang, Sumatera, Lombok, Bugis dll).

Dengan Warangka Adat Surakarta

Tali juga terbuat dari kain Cinde (bukan tali kolor) sehingga tampak elegan dan mriyayeni.

Kondisi saat ditutup

Silahkan lengkapi perabot pusaka anda dengan sarung warangka keris ini agar warangka  terhindar dari kemungkinan tergores, terbentur, kena debu dan sebab lain yang dapat merusak.

Murah namun tidak murahan. Juga tersedia warna lain, silahkan cek di item barang/persediaan warna lain. Selama iklan ini tayang berarti persediaan masih ada.

Saat diletakkan dalam lemari pusaka

Link Pembelian:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4habec4-jual-singep-keris-kain-cinde-motif-rante?from=list-product&pos=2

https://www.tokopedia.com/warungantikan/singep-keris-kain-cinde-motif-rante?extParam=ivf%3Dfalse%26src%3Dsearch

Tombak Langka Biring Sumben

Tangguh: Mataram Senopaten

Tombak Langka Biring Sumben

Pasikutan: wingit namun tetap terlihat berwibawa/merbhawani

Tutup Tombak: Gaya Yogyakarta (telah diperbaiki dan plitur ulang dari kondisi saat ditemukan di lokasi/desa, bisa dicek di foto). Dimaharkan tanpa landheyan.

Tutup tombak gaya Yogyakarta telah diperbaiki dan diplitur ulang

Warangan baru.

Foto sebelum dan sesudah diwarangi

Pamor: Kelengan atau Pengawak Waja, dengan angsar/tuah yaitu membuat pemiliknya berpikir dan bersikap lebih bijaksana.

Nilai plus pamor kelengan sebagai pusaka TINDIH

Tombak/keris berpamor kelengan/pengawak waja lebih mengutamakan kematangan tempa dan kesepurnaan aspek garap. Bahkan juga memiliki kekuatan isoteri lebih multifungsi dibanding tosan aji berpamor. Yaitu sebagai alternatif pusaka TINDIH, dimana secara mata batin, watak, karakter, perbawa dari pusaka TINDIH dapat menjadi pamomong bagi tosan aji lainnya.

Foto kondisi dari lokasian/desa, sangat tidak terawat

Panjang wilah/pesi: 23,5 cm / 12,5 cm.

Di antara keluarga tombak Biring, tombak berdhapur Biring Sumben tidak banyak dijumpai/langka. Kebanyakan tombak biring yang beredar di kalangan pecinta tosan aji adalah Biring Jaler/Lanang maupun Biring Estri/Wadon.

Tombak Biring Sumben mempunyai ricikan wilahnya lurus, sogokan rangkap di bagian sor-soran dan memakai odo-odo yang jelas dan membujur di tengah wilah sehingga menambah kesan berotot. Pada jaman dahulu tombak Biring Sumben banyak dipakai oleh pasukan berkuda/kavaleri, panglima perang, maupun dipegang orang yang profesinya perlu ketegasan (penegak hukum, penjaga keamanan). 

Beberapa titik nampak aus karena usia dan berlubang kecil/combong

Di beberapa titik wilah mengalami korosi alami dan berlubang kecil/combong di bagian sekitar panetes dan methuk (lihat foto yang tersedia).

Tombak ini ini sangat pantas melengkapi koleksi anda karena selain langka/tidak banyak dijumpai, juga bersifat multifungsi yaitu dapat menjadi alternatif pusaka keris TINDIH mengingat harga/mahar pusaka TINDIH bertangguh kuno/super tua (Kabudhan, Singhasari, Jenggala, Kahuripan, Dahanapura) sangatlah mahal.

Link Pembelian:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4h9erky-jual-tombak-langka-biring-sumben?from=list-product&pos=3

https://www.tokopedia.com/warungantikan/tombak-langka-biring-sumben?extParam=ivf%3Dfalse%26src%3Dsearch&refined=true

https://shopee.co.id/Tombak-Langka-Biring-Sumben-i.583707236.12093506397?sp_atk=ca32b3dd-0264-4c29-9ca1-d56711b33642&xptdk=ca32b3dd-0264-4c29-9ca1-d56711b33642

Tombak Kudhup Gambir Pamor Teja Kinurung Ukuran Jumbo (Termahar)

Tangguh Mataram.

Pasikutan Gagah Merbhawani

Pamor: Teja Kinurung (artinya Cahaya yang Terkurung). Dengan filosofi bahwa hati kita mengandung nur/teja/cahaya yaitu tidak pernah padam menyinari kegelapan, sehingga kita bisa menjadi penerang/pemberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Angsar baik untuk pegawai negeri/ASN atau mereka yang bekerja untuk negara. Itulah sebabnya banyak pejabat negara yang memiliki tosan aji berpamor Teja Kinurung.

Tutup Tombak model Yogyakarta

Pamor Teja Kinurung termasuk pamor rekan yang mempunyai tingkat kesulitan pembuatan tingkat advance, sehingga wajar mempunyai nilai mahar yang lebih tinggi.

Pamor Tejo Kinurung termasuk banyak dicari penggemar Tosan Aji

Tergolong pamor tidak pemilih, siapa saja cocok memilikinya. Keluarnya pamor pandes.

Keterangan ricikan Tombak Kudhup Gambir

Panjang wilah/pesi: ± 29 cm/ ± 12 cm. Tergolong tombak Kudhup Gambir ukuran jumbo karena biasanya ditemui dengan ukuran 12-15 cm, kadang-kadang sampai 17 cm (sumber Buku Ensiklopedi Keris oleh Bambang Harsrinuksmo).   

Termasuk tombak jumbo

Pasikutan gagah merbhawani. Warangka lamen/lawas gaya Yogyakarta dengan plitur baru.

Landheyan terbuat dari kayu jati.

Termahar langsung via Japri  kepada Bapak AB/Karanganyar

Keris Suratman Kethip

Tangguh: Tuban era Mataram. Pasikutan: Wingit

Dhapur: Tilam Sari

Keris Suratman Kethip berdhapur Tilam Sari

Warangka: Gayaman Surakarta dengan deder model Naradakandha

Sandangan Gayaman Surakarta lawas untuk Keris Suratman Kethip

Pamor khas berupa gambaran timbul/relief bulatan-bulatan uang kuno di sepanjang wilah, ada yang terpisah (dinamakan: Suratman Kethip), dan ada yang bertumpuk berjajar (dinamakan: Suratman Letrek).

Pamor bulatan uang kepeng selalu berjumlah ganjil

Jumlah bulatan di wilah Keris Suratman selalu berjumlah ganjil sebagaimana pada Keris ini adalah berjumlah 23 (dua puluh tiga). Filosofi pamor berbentuk bulat/lingkaran di Tosan Aji secara umum adalah melambangkan sesuatu yang sifatnya keduniaan, lambang harapan atas rejeki dari Tuhan YME, ketentraman keluarga dll. 

Filosofi pamor berbentuk bulat/lingkaran

Panjang wilah/pesi: ± 34,5 cm / ± 6,5 cm.

Panjang wilah/pesi Keris Suratman Kethip

Keris Suratman baik berupa Suratman Kethip maupun Suratman Letrek merupakan Keris endemik khususnya di daerah Pekalongan sekitarnya, maupun daerah Pantura pada umumnya. Bahkan sampai sekarang menjadi Keris sinengker dan banyak disimpan juragan-juragan batik Pekalongan, karena diyakini angsar pamornya tidak kalah dahsyat dengan pamor Udan Mas.

Pasikutan Keris wingit dengan warna besi kehitaman karena memang untuk perawatan Keris Suratman secara turun temurun hanya diolesi minyak misik hitam dan diangin-anginkan sekaligus diasapi dengan dupa atau kemenyan, tanpa pernah diwarangi. Dengan demikian residu endapan minyak misik hitam dan asap dupa/kemenyan menjadikan besi keris menghitam.

Keris ini cocok bagi Anda yang telah mengidam-idamkan Keris berpamor Udan Mas sepuh, namun belum juga mendapatkannya karena secara filosofi/angsar sama dengan pamor Udan Mas namun masih dalam rentang harga yang masuk akal/reasonable.

#AlternatifKerisUdanMas

Link Pembelian/Memahari:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4h88r91-jual-keris-suratman-kethip?from=list-product&pos=1

https://www.tokopedia.com/warungantikan/keris-suratman-kethip?extParam=ivf%3Dfalse%26src%3Dsearch

Keris Jalak Sangu Tumpeng Mataram (Termahar)

Pasikutan Prigel/Tangkas

Tangguh: Estimasi Mataram

Keris Jalak Sangu Tumpeng Tangguh Mataram

Pamor: Ngulit Semangka (angsar untuk memudahkan mencari rejeki dan mudah bergaul dengan siapa saja, pamor ini tidak pemilih dan cocok bagi siapa saja).

Dengan Pamor Ngulit Semangka

Keluarnya pamor luluh keabu-abuan.

Keris ini memiliki gaya seperti umumnya keris Mataram Senopaten yang bentuk bilahnya ramping seperti keris Majapahit, tetapi besi dan penerapan pamor serta bentuk ganjanya menunjukkan ciri Mataram Senopaten

Warangka: Ladrang Surakarta dengan kondisi yang baik

Warangka Ladrang Surakarta dengan Kondisi Bagus

Ricikan tingil/thingil masih ada. Silahkan dibandingkan dengan Keris Jalak Sangu Tumpeng yang lain, dimana ricikan tingil/thingilnya kebanyakan sudah aus/hilang.

Ricikan Tingil/Thingil masih ada/terlihat

Panjang wilah/pesi: ± 30,5 cm/ ± 7 cm

Warangan baru

Filosofi Keris Jalak Sangu Tumpeng

Keris dhapur Jalak Sangu Tumpeng boleh dikata adalah salah satu keris berdhapur Jalak yang paling populer bagi masyarakat Jawa hingga banyak dijadikan pusaka warisan keluarga turun temurun.

Juga diketahui seringkali diberikan orang tua kepada anaknya ketika hendak merantau mencari rejeki atau dimiliki sebagai pusaka dan pengingat dalam mencari rejeki yang berlimpah.

Termahar via Shopee

Keris Pusaka Berdhapur Sederhana: Tilam Upih

Pusaka dalam kamus Bahasa Indonesia berarti sesuatu yang berharga dan memberi manfaat, dimana manfaat itu hanya diperoleh bagi yang mengetahui makna atau pesan yang tersirat dalam wujud keris tersebut.  Termasuk Keris bagi masyarakat Jawa, sudah menjadi benda yang disebut sebagai pusaka turun temurun. Di daerah lain, Tilam Upih biasa juga disebut Tilam Pethak atau Tilam Putih.

Keris Dhapur Tilam Upih Tangguh Majapahit koleksi saya

Menariknya, keris yang sering dijadikan pusaka keluarga turun temurun di masyarakat Jawa hanya berdhapur sederhana yaitu Tilam Upih. Bagaimana tidak sederhana? Karena Tilam Upih adalah keris lurus dengan hanya mempunyai ricikan Gandik lugas/polos, Tikel alis, dan pejetan. Tanpa ada ricikan lain. Dengan rancang bangun yang sederhana ini, justru seringkali Tilam Upih menjadi media ekspresi Empu untuk membuat pamor rekan karena pamor dapat ditonjolkan dengan leluasa tanpa terganggu bentuk dhapur. Pamor rekan disini sebagai contoh Tri Warno, Ron Genduru, Blarak Sineret, atau Wengkon.

Terdapat pamor tiban yaitu Pamor Nur di bagian sor-soran

Walaupun cukup sederhana, sebagai pusaka dhapur ini memuat makna filosofis. Tilam Upih dapat diartikan tidur pada alas (semacam tikar yang terbuat dari anyaman daun kelapa). Dasar filosofi keris Tilam Upih adalah tidur pada sebuah landasan, memberi makna kepasrahan diri, penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepasrahan total yang sempurna dimana seseorang seolah kembali kepada Tuhan. Tidur dalam konteks “Ilmu Jawa” juga merupakan lambang ketentraman dalam kehidupan secara lahir dan batin. Tidur bisa dikatakan sebagai suatu kematian sementara. Dalam tidur tidak ada angan-angan, tidak ada kesadaran dan merupakan kondisi kepasrahan total.

Pasikutan Wingit khas Tangguh Majapahit

Upih merupakan simbol pohon kelapa yang sangat tahan terhadap hama penyakit. Semua bagian pohon kelapa bermanfaat dan dapat digunakan untuk kebutuhan manusia, tidak ada yang terbuang sia-sia. Bahkan orang Indonesia tidak bisa lepas dari kelapa untuk menu masakan sehari-hari. Hal tersebut juga menggambarkan bahwa manusia harus senantiasa dapat bermanfaat bagi keluarga, lingkungan sekitar dan bangsanya. Sebilah keris berdhapur Tilam Upih yang sangat sederhana, ternyata sarat dengan pesan terhadap kehidupan manusia secara mendalam

Kesederhanaan yang tercermin dalam Keris dhapur Tilam Upih ternyata juga tercermin dalam Pusaka Karaton, dimana berdasarkan informasi yang saya terima, seringkali Pusaka Karaton juga berpenampilan sederhana. Misalnya yang bergelar Kanjeng Kyai Ageng jarang berkinatah kamarogan karena pertimbangan keampuhannya. Jika ditemui dengan gebyar kinatah emas biasanya keris tersebut bergelar Kyai sebagai pendherek (pendamping), atau keris milik Saudagar maupun Bangsawan.

Keris di Karaton yang bergelar Kanjeng Kyai apalagi yang bergelar Kanjeng Kyai Ageng dipastikan ampuh. Selain dibuat oleh Empu yang terkenal, kerisnya juga wingit/angker karena selalu “disingit”. Disingit adalah Bahasa Jawa  yang artinya kurang lebih “saya dadi wingit”atau benda yang di aji-mantera agar semakin menjadi wingit/angker. Dalam tradisinya, ritual jamasan Pusaka di Karaton Surakarta dilaksanakan pula Sidhikara (dimanterai) pada hari-hari tertentu oleh Sinuhun dalam rangka perawatan Pusaka-Pusaka Karaton Surakarta.

Contoh Pusaka Keris Tilam Upih bergelar Kanjeng Kyai/Kanjeng Kyahi

Pusaka pendherek (pendamping) umumnya dipersiapkan sebagai pelengkap upacara, umumnya diletakkan di samping Pusaka utama/andalan. Biasanya dengan gebyar kinatah emas dan perabotan istimewa sebagai pelengkap busana. Hal ini disengaja agar menghindari rampasan atau sitaan dari Penjajah yang diambil bukan kelas/grade Kanjeng Kyai Ageng yang sengaja berpenampilan sederhana.