Keris Langka Sempana Panjul Udan Mas Tiban

Keris dhapur langka: Sempana Panjul. Luk 7 (tujuh). Tangguh: Pajajaran.

Keris Langka Sempana Panjul Pamor Udan Mas Tiban

Keluarnya luk kemba/tidak dalam khas tangguh Pajajaran/Pasundhan/Kulonan

Sempana Panjul berdasar buku pakem dhapur keris Keraton Surakarta terbitan tanggal 24 April 1920

Pamor dominan Ngulit Semangka. Angsar: memudahkan mencari jalan rejeki dan mudah bergaul pada siapa saja dan dari golongan manapun. Pamor ini tidak pemilih, artinya cocok dengan siapa saja.

Pamor Dominan Ngulit Semangka

Mulai pertengahan wilah sampai panetes muncul pamor Udan Mas Tiban (tidak direncanakan) di kedua sisi wilah (lihat foto).

Pamor Udan Mas Tiban pada salah satu sisi wilah Sempana Panjul

Pamor Udan Mas  merupakan Pamor yang banyak dicari orang, terutama pedagang dan pengusaha. Bentuknya merupakan pusaran atau gelang-gelang berlapis, paling sedikit ada tiga lapisan. Manfaatnya untuk mencari rejeki dan tidak pemilih).

Pada tahun 1930-an, yang disebut pamor udan mas harus merupakan pamor tiban, Dan termasuk cukup sulit membuat pamor udan mas pada keris berlekuk/luk.

Pamor Udan Mas Tiban terbaik pada Keris Tangguh Pajajaran

Dan dari Tangguh keris yang berpamor Udan Mas yang terbaik adalah Tangguh Pajajaran dan Tuban, karena pada umumnya bilahnya tipis.

Pasikutan kaku, besinya cenderung kering. Munculnya pamornya tidak direncanakan. Menancapnya pamor pada bilah keris pandes (kokoh, dalam) dan halus. Pamor  tergolong nggajih (kesannya seperti berlemak, bagai lapisan lemak beku menempel di wilah).
Warangka: Kayu Pakel Ladrang Surakarta lamen/kuno  dan telah diplitur ulang

Warangka Ladrang Surakarta lamen/Kuno Kayu Pakel

Panjang wilah/pesi: ± 34,5 cm / ± 5,5 cm

Ricikan masih utuh sesuai pakem Sempana Panjul

Keris dhapur Sempana termasuk banyak varian/macamnya, baik yang luk 7 (tujuh) maupun luk 9 (sembilan). Berdasar buku pakem dhapur keris Keraton Surakarta terbitan tanggal 24 April 1920, pada kategori luk 7 (tujuh) hanya ada dua jenis Sempana yaitu Panjul dan Bungkem.

Bagian sor-soran Keris Sempana Panjul

Saya pribadi lebih menentukan bahwa keris ini merupakan dhapur Sempana Panjul karena merupakan keris luk 7 dengan kembang kacang yang tidak mbungkem dan terdapat gandik radi methoq (gandik yang menonjol).

Pamor Nggajih

Sempana Panjul termasuk keris yang langka/jarang dijumpai, apalagi terdapat pamor udan mas tiban (tidak direncanakan), sehingga sangat cocok untuk melengkapi koleksi keris anda.

Link Pembelian:

https://shopee.co.id/Keris-Sempana-Panjul-Udan-Mas-Tiban-i.583707236.15612285946?sp_atk=9e0f923e-e574-4ba9-b360-6f234f0002bc

https://www.tokopedia.com/warungantikan/keris-langka-sempana-panjul-udan-mas-tiban?whid=0

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4gv38bj-jual-keris-langka-sempana-panjul-udan-mas-tiban?from=list-product&pos=11

Tombak Pusaka Langka Sipat Kelor

Tangguh Mataram. Luk 3 (tiga)

Dimaharkan Tombak Pusaka Luk 3

Pamor: Pedaringan Kebak (tempat beras terisi penuh, angsar untuk kerejekian). Keluarnya pamor pandes momyor/semeblak. Warangan baru (foto sebelum warangan tersedia).

Foto sebelum dan sesudah warangan

Panjang wilah/pesi: ± 23 cm/ ± 12,5 cm

Disandangi dengan warangka tombak gaya Yogyakarta (plituran baru)

Pasikutan dhemes. Warangka lamen/lawas gaya Yogyakarta dengan plitur baru.

Tombak Sipat Kelor merupakan salah satu dhapur tombak luk 3 (tiga). Luknya mulai pertengahan wilah, sedangkan pangkalnya lurus. Pada bagian permukaan ujung rata, namun mulai 3-4 cm di bawah pucuk timbul ada-ada. Pesi tombak memiliki pluntiran (lihat foto).

Pesi tombak memiliki pluntiran

Sepintas seperti Tombak Panggang Lele, bedanya Sipat Kelor lebih ramping, tanpa bungkul, dan luknya mulai pertengahan wilah. Kebanyakan Tombak Sipat Kelor dibuat khusus untuk tombak PUSAKA, bukan untuk keperluan perang. Walaupun bentuknya sederhana, tombak Sipat Kelor tergolong langka, jarang dijumpai (sumber: Buku Ensiklopedi Keris oleh Bambang Harsrinuksmo).

Ingin tahu cerita dibalik didapatkannya tombak ini? Silahkan klik artikel berikut ini.

Merupakan tombak pusaka, bukan untuk tujuan perang

Dimaharkan tanpa landheyan (hanya wilah dan warangka saja). Cocok bagi anda yang mencari tombak pusaka langka sebagai “pegangan” dalam mencari rejeki.

Keluarnya pamor pandes momyor/semeblak
Pamor pedaringan kebak (artinya tempat beras terisi penuh), angsar kerejekian

Link Pembelian:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4gulyn7-jual-tombak-pusaka-langka-sipat-kelor?from=list-product&pos=0

https://www.tokopedia.com/warungantikan/tombak-pusaka-langka-sipat-kelor?whid=0

https://shopee.co.id/Tombak-Pusaka-Langka-Sipat-Kelor-i.583707236.15309554492?sp_atk=c74b4068-99c2-4b61-8055-7b7fcd56e999

Keris Jalak Tilam Sari Pamor Slewah Rojogundolo

Tangguh: Cirebon. Pasikutan: Gagah Merbhawani (berwibawa)

Tangguh Cirebon Pamor Slewah

Warangka: Gayaman Surakarta kayu Timoho

Pamor Slewah yaitu dua motif berbeda namun menempati dua sisi wilah keris yang sama. Terdiri dari Pamor Wengkon Isen dan Wos Wutah.

Salah satu sisi wilah berpamor Wengkon Isen

Di bagian salah satu sor-soran terdapat Pamor Rojogundolo Tiban bermotif wajah/kepala Semar Kuncung.

Di sisi lain berpamor Wos Wutah dengan Rojogundolo wajah/kepala Semar Kuncung

Panjang wilah/pesi: 37,5 cm / 7 cm. Warangan baru.

Dengan Warangka Gayaman Surakarta dari kayu Timoho

Dentingan wilah nyaring pertanda matang tempa. Condong leleh sangat ekstrim (dengan filosofi menjadi manusia yang tidak sombong). Condong lelehnya lebih ekstrim daripada keris tangguh kulonan pada umumnya.

Warangan baru, nampak setelah diminyaki

Bahan pamor dari Pasir Malelo khas Tangguh Cirebon/pesisir, sehingga nampak berkerlip (malelo = membara/bahasa Jawa).

Gonjo berpamor Mas Kumambang dengan Kanyut di ujung buntutnya

Jalak Tilam Sari adalah salah satu dhapur keris yang disebut dalam Serat Centhini dimana mempunyai murad/makna: “Jangan berpisah dengan senjata anda baik dalam kondisi bangun atau tidur, maupun siang atau malam”. Kesimpulannya: kita harus tetap waspada dalam kondisi apapun.

Pamor Wengkon Isen dipercaya untuk perlindungan, menghindari godaan dan lebih hemat/terhindar sifat boros. Pamor Wos Wutah angsar untuk ketentraman dan keselamatan pemiliknya, bisa digunakan untuk mencari rejeki, cukup wibawa dan disayang orang sekelilingnya. Kedua pamor ini tidak pemilih.

Di salah satu sisi sor-soran terselip Pamor Tiban Rojogundolo wajah/kepala Semar Kuncung. Angsar tuah pamor Rojogundolo memberikan perlindungan bagi pemiliknya (misal menolak guna-guna, memindahkan makhluk halus, atau membersihkan rumah angker).

Pamor Rojogundolo Semar Kuncung

Semar Kuncung: meskipun rambutnya seperti anak-anak (berkuncung) namun dengan wajah tua bermakna Semar memiliki jiwa melayani setiap umat (tua maupun muda) tanpa pamrih sebagai wujud mengabdi kepada Tuhan.. Seperti halnya tokoh Semar sebagai abdi utama dari Pandawa tokoh pembela kebenaran di dunia pewayangan. Konon rambut kuncung Semar berjumlah 99 helai (melambangkan Asmaul Husna).  Tak heran di kalangan pecinta Tosan Aji juga mempunyai koleksi Jimatan Semar Kuncung.

Bagian gonjo berpamor Mas Kumambang (angsar baik untuk pergaulan), dengan tambahan ricikan Kanyut di bagian buntutnya.  

Foto Gonjo dengan ricikan Kanyut, cukup unik

Pada umumnya keris Tangguh Cirebon ditujukan sebagai pusaka tayuhan yang lebih mengutamakan sisi isoteri sesuai dengan kuatnya pengaruh tasawuf  pada waktu itu, yang disertai lahirnya tarekat Satariyah.

Link pembelian:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4gt6vbj-jual-keris-jalak-tilam-sari-pamor-slewah-rojogundolo

https://www.tokopedia.com/warungantikan/keris-jalak-tilam-sari-pamor-slewah-rojogundolo?whid=0

https://shopee.co.id/Keris-Jalak-Tilam-Sari-Pamor-Slewah-Rojogundolo-i.583707236.13452516335

Filosofi Metuk pada Tombak

Metuk adalah bagian sebilah Tombak yang bentuknya menyerupai cincin tebal dan besar. Letaknya tepat di bagian bawah sor-soran, melingkari bagian pesi yang menempel langsung pada bilah tombak sebelah bawah.

Ricikan Metuk Tombak Dhapur Ron Pring Tangguh Majapahit

Kegunaan praktis Metuk adalah untuk menahan bilah tombak agar bila mendapat benturan keras di ujungnya, bilah tombak tidak amblas masuk ke dalam tangkainya. Bagian Metuk ada yang merupakan logam terpisah dari bilah dan pesinya, namun ada pula yang merupakan satu-kesatuan dengan bilah dan pesi tersebut yang biasa disebut sebagai Metuk iras.

Metuk Iras Tombak Dhapur Sipat Kelor Tangguh Mataram

Walaupun Metuk yang kita kenal sekarang merupakan salah satu ricikan atau bagian dari tombak, pada keris-keris Tangguh Tua/Sangat Super Sepuh, Metuk juga merupakan salah satu ricikan. Kebetulan saya juga memiliki 2 bilah Keris temuan Sungai Brantas yang bertangguh Singhasari masih memiliki ricikan Metuk yaitu berdhapur Jangkung luk 3 (tiga) dan berdhapur Carang Soka luk 7.

Sisa Metuk pada Keris Temuan Sungai berdhapur Jangkung Luk 3
Sisa metuk pada Keris Temuan Sungai berdhapur Carangsoka Luk 7

Adapun filosofi ricikan Metuk yang saya peroleh dari rekan komunitas pecinta tosan aji, dapat saya sampaikan dengan beberapa sudut pandang yang tentunya semakin memperkaya khazanah budaya tosan aji di Nusantara yaitu sebagai berikut:

Dari sudut pandang Metuk sebagai bagian/ricikan pada tombak untuk senjata perang:

Bahwasanya Metuk berasal dari kata dasar Petuk (Bahasa Jawa yang artinya berjumpa atau bertemu).  Sedangkan Metuk lebih bersifat sebagai kata aktif yang artinya menjumpai atau menemui atau lebih tepatnya menjemput.  Ya…dengan tombak para Prajurit Jawa menjemput keharuman nama atau kematian mulia karena ajal paling indah dijemput dengan amal suci Perang Sabil. Metuk adalah perlambang dzikrul maut, sebab maut jikapun tak dijemput, ia yang akan menjemput. Di dalam Kitab Suci Al-Quran juga telah disebutkan: “Di mana saja kalian berada, kematian akan mendapati kalian, kendatipun kalian berada di benteng yang tinggi lagi kokoh” (Al Quran Surat An-Nisa ayat 78).

Dari sudut pandang Metuk sebagai bagian/ricikan pada tombak untuk pusaka mencari rejeki:

Bahwasanya Tombak juga dipakai sebagai piyandel/pusaka yang diharapkan menambah rejeki baik berupa harta maupun non harta (misal rejeki berupa kesehatan, ketentraman rumah tangga, keselamatan, kelancaran urusan duniawi dll). Dalam hal ini sebuah pertemuan harus menghasilkan sesuatu yang lebih baik, bisa jadi dengan menyambung tali silaturrahim, berkahnya adalah Panjang umur dan rizqi yang lapang. Sebagaimana Hadist (HR Bukhari dan Muslim): “Barangsiapa suka diluaskan rizqinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia sambung  silaturrahim”

Keris Pandawa Cinarita Kelengan Bersertifikat

Tangguh Mataram Abad XVIII (lihat sertifikat/surat keterangan TMII)

Keris Pandawa Cinarita Pamor Kelengan

Jumlah Luk: 5. Pembagian luk merata serasi

Dimaharkan include Sertifikat TMII (Taman Mini Indonesia Indah)

Pasikutan gagah birawa

Pasikutan Gagah Birawa

Warangka gayaman Surakarta kayu Timoho

Warangka Gayaman Surakarta Kayu Timoho

Pamor: Kelengan atau Pengawak Waja, dengan angsar/tuah yaitu membuat pemiliknya berpikir dan bersikap lebih bijaksana.

Angsar Pamor Kelengan diantaranya sebagai Pusaka Tindih

Keris berpamor kelengan/pengawak waja lebih mengutamakan kematangan tempa dan kesepurnaan aspek garap. Bahkan juga memiliki kekuatan isoteri lebih multifungsi dibanding keris berpamor. Yaitu sebagai alternatif keris pusaka TINDIH, dimana secara mata batin, watak, karakter, perbawa dari keris TINDIH dapat menjadi pamomong bagi tosan aji lainnya

Material besi bagus dan prima, tampak wilah keris ketika diminyaki

Panjang Wilah/Pesi: 35,5 cm / 7  cm

Detail bagian sor-soran Keris

Dimaharkan include surat keterangan/sertifikat TMII

Mengutamakan aspek garap dan kematangan tempa

Keris Pandawa Cinarita termasuk dicari para pemburu isoteri keris karena dipercaya membantu orang lancar berbicara, meningkatkan kharisma, dicintai orang sekitarnya. Biasanya jaman dulu keris Pandawa Cinarita dimiliki para Dalang. Hingga kini  banyak dicari guru, dosen, MC, salesman, notaris, pengacara maupun profesi-profesi lain yang menuntut kemampuan berbicara di depan publik.

Link Pembelian:

Pay Pal Ready by Request

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4gezpp4-jual-keris-pandawa-cinarita-kelengan-bersertifikat?from=list-product&pos=0

https://www.tokopedia.com/warungantikan/keris-pandawa-cinarita-kelengan-bersertifikat?whid=0

Keris Langka Paniwen Sengkelat dengan Tindik

Keris dhapur langka. Tangguh: Mataram. Luk: 13 (tiga belas)

Keris Langka Paniwen Sengkelat

Pasikutan: wingit namun prigel/tangkas

Pasikutan Wingit dengan pamor wos wutah

Warangka kayu Timoho gaya Pakualaman

Pamor: Wos Wutah (dipercaya baik untuk keselamatan dan ketentraman pemiliknya, memudahkan mencari rejeki dan cukup wibawa. Pamor ini tidak pemilih dan cocok bagi siapa saja)

Kembang kacang pogok

Keris Luk 13 dengan kembang kacang pogok

Panjang wilah/pesi:  32,5 cm / 6,5 cm

Warangka kayu Timoho dengan gaya Pakualaman Yogyakarta

Terdapat tindik logam di bagian salah satu sisi gonjo dan di bagian lubang pesi/pangselan (lihat foto). Jenis logam belum diketahui (silahkan anda menilai sendiri).

Silahkan dinilai sendiri jenis logam untuk tindik keris di atas

Pemberian tindik logam pada sebilah keris pusaka tentu bukanlah tidak sengaja atau tanpa maksud. Tindik pada bagian gonjo atau lubang pesi dipercaya agar pemilik bisa terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif, ada juga kepercayaan untuk meredam “aura panas” pusaka itu sendiri.

Tertarik memahari keris langka ini? Silahkan klik link pembelian berikut ini:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4gah977-jual-keris-langka-paniwen-sengkelat-dengan-tindik?from=list-product&pos=0

https://www.tokopedia.com/warungantikan/keris-langka-paniwen-sengkelat-dengan-tindik?whid=0

Singep Kain Bludru untuk Warangka Tombak Warna Merah & Biru

Edisi terbatas singep kain beludru warna merah dan biru untuk warangka/tutup tombak.

Singep Tombak Warna Biru

Panjang: 36 cm (tidak termasuk rumbai)

Singep Tombak Warna Merah

Lebar atas tutup tombak: 6 cm

Terbuat dari Kain Beludru Warna Biru

Lebar bawah tutup tombak: 10 cm

Juga ada yang terbuat dari kain beludru Merah

Ditambahi rumbai agar menambah wibawa pusaka anda. Cocok untuk model warangka tombak gaya Surakarta maupun Yogyakarta.

Tampak Gagah dan Mriyayeni
Menambah kewibawaan Pusaka Tombak anda

Di Surakarta, warna kain singep mengandung arti. Merah untuk tosan aji kelas satu, dan hijau untuk tosan aji kelas dua. Ada juga yang berpendapat bahwa warna merah untuk keris kasepuhan atau kapandhitan, hijau untuk kadipaten, biru untuk kapangeranan, dan hitam untuk orang kebanyakan. Pada masa sekarang, aturan seperti itu tidak lagi diikuti. Pembuatan singep bebas, menurut selera masing-masing pemilik Tosan Aji

Anda tertarik meminang atau memaharinya?

Untuk Singep Tombak Warna Merah, klik Link Pembelian sbb:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4g6pon7-jual-singep-kain-bludru-untuk-warangka-tombak-warna-merah?from=list-product&pos=0

https://www.tokopedia.com/warungantikan/singep-kain-bludru-untuk-warangka-tombak-warna-merah?whid=0

https://shopee.co.id/Singep-Kain-Bludru-untuk-Warangka-Tombak-Warna-Merah-i.583707236.13652504283

Untuk Singep Tombak Warna Biru, klik Link Pembelian sbb:

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/koleksi/keris/4g6pq54-jual-singep-kain-bludru-untuk-warangka-tombak-warna-biru?from=list-product&pos=0

https://www.tokopedia.com/warungantikan/singep-kain-bludru-untuk-warangka-tombak-warna-biru?whid=0

https://shopee.co.id/Singep-Kain-Bludru-untuk-Warangka-Tombak-Warna-Biru-i.583707236.13352504464?sp_atk=fb09217f-aee0-4ac9-879d-5c1308b3007c

Keris Panimbal Majapahit eks Naga Rangsang (Termahar)

Tangguh Majapahit. Luk 9 (Sembilan)

Keris Panimbal Tangguh Majapahit

Pembagian luk serasi. Pasikutan prigel/tangkas

Pamor Eks Naga Rangsang

Warangka Gayaman Surakarta baru dari kayu Timoho Pelet Gandrung (tuah pelet: pemiliknya hidup hemat dan cermat). Warangka bawaan telah rusak parah.

Warangka Keris Gayaman Surakarta kayu Timoho Pelet Gandrung

Panjang wilah/pesi: 30,5 cm/6 cm

Pelet Gandrung pada Warangka kayu Timoho

Pesi masih utuh dan kokoh. Keluarnya pamor ceprit-ceprit khas Tangguh Majapahit.

Tuah atau Angsar Pamor Naga Rangsang

Pamor eks Naga Rangsang. Tuah pamor ini menambah wibawa pemiliknya dan termasuk pamor pemilih. Ditinjau cara pembuatannya pamor Naga Rangsang tergolong pamor miring (rekan), yaitu pamor yang bentuk gambarannya telah dirancang lebih dahulu oleh Sang Empu. Pamor ini tidak mudah dibuat, sehingga nilai maharnya relatif lebih tinggi dibandingkan pamor lain.

Masih tersisa guratan pamor Naga Rangsang untuk dinikmati

Sebagai konsekuensi keluarnya pamor ceprit-ceprit/hemat pamor khas Majapahit, maka pamor Naga Rangsang di keris ini dengan perlahan digerogoti oleh Sang Waktu selama berabad-abad. Namun demikian secara isoteri keris-keris Tangguh Majapahit dipercaya memiliki perbawa lebih dibanding keris Tangguh lainnya.

Jaman dulu Keris Panimbal populer di kalangan abdi dalem karena dipercaya memiliki tuah yang menyebabkan pemilik dipercaya oleh atasannya (termasuk raja) untuk melaksanakan berbagai tugas.

Keris ini sangat cocok untuk para abdi negara (PNS/ASN), pegawai BUMN, atau orang yang bekerja di perusahaan swasta karena dapat menimbulkan kepercayaan dari atasannya.

Termahar ke Bapak P (Yogyakarta)

Keris Tilam Sari Mataram Amangkurat Nggodhong Pohung (Termahar)

Tangguh: Mataram Amangkurat/Kartasura

Pasikutan: Gagah Merbhawani (berwibawa)

Keris Tilam Sari tangguh Mataram Amangkurat

Warangka: Gayaman Surakarta kayu Timoho bawaan pemilik sebelumnya

Pamor: Ngulit semongko dan (pamor tiban emas lintang jukjuktal?)

Terselip pamor unik di salah satu sisi wadidang

Warangan baru (foto sebelum diwarangi tersedia)

Kontur wilah sedikit nggodhong pohung, warangan baru

Panjang wilah/pesi: 31 cm / 7 cm

Disandangi warangka Gayaman Surakarta kayu Timoho

Kontur wilah sedikit nggodhong pohung (gembung daun singkong)

Tilam Sari adalah salah satu dhapur keris wajib yang dimiliki orang Jawa selain dhapur keris Brojol, Tilam Upih dan Jalak Sangu Tumpeng. Sebagian kalangan pecinta keris beranggapan Tilam Sari baik untuk pria yang telah berkeluarga karena angsarnya membawa keteduhan dan ketentraman keluarga.    

Pasikutan gagah merbhawani

Pamor dominan Ngulit Semongko dipercaya memudahkan jalan rejeki dan mudah bergaul dengan siapa saja. Di salah satu sisi wadidang terselip “pamor emas Lintang Jukjuktal”, dengan angsar sabasane kang nganggo tinurut. Artinya kurang lebih:  semua bahasa/perkataan yang memakai dituruti (oleh orang lain).

Keluarnya pamor termasuk mubyar

Tangguh Mataram Amangkurat biasa juga disebut Tangguh Kartasura, dengan Raja Amangkurat II yang lebih populer disebut Sinuhun Amral (karena beliau raja Jawa pertama yang memakai pakaian dinas ala Eropa  sehingga rakyat memanggilnya dengan sebutan Sunan Amral, yaitu ejaan Jawa untuk Admiral). Pada masa tsb juga terjadi perkawinan budaya tosan aji dengan besi Eropa yang tidak bisa dihindarkan. Maka dari itu tosan ajinya berbeda dengan Mataram Senopaten maupun Sultan Agungan. Keris dan Tombak Tangguh Mataram Amangkurat/Kartasura lebih tebal, kokoh, tantingan berat/nggindel, tampak bisa diandalkan, lebih tegas, tampak garang dan berwibawa. Wilahnya banyak mengandung baja dengan munculnya pamor kasap dan mubyar.

Pada umumnya masyarakat perkerisan mempercayai bahwa keris Tangguh Mataram Amangkurat/Kartasura memiliki tuah pemberani, dan tegas. Sangat cocok dimiliki oleh mereka yang terlahir sebagai pemimpin, yang memerlukan ketegasan.  

Termahar Bapak P (Yogyakarta)

Keris Carubuk Segaluh Pamor Rojogundolo (Termahar)

Tangguh Segaluh. Pasikutan Wingit.

Keris Carubuk tangguh Segaluh

Luk 7. Termasuk luk kembo khas tangguh daerah kulonan/Pasundan.     

Pada bagian sor-soran terdapat pamor Rojogundolo

Pamor dominan Pulo Tirto dengan angsar menambah ketentraman keluarga, rejeki, dan luwes dalam pergaulan.

Di beberapa titik wilah muncul pamor akhodiyat

Di salah satu sisi sor-soran muncul Pamor Rojogundolo tiban. Berupa wajah laki-laki memakai semacam mahkota (lihat di foto). Tuah pamor Rojogundolo memberikan perlindungan bagi pemiliknya (misal menolak guna-guna, memindahkan makhluk halus, atau membersihkan rumah angker).

Pamor Rojogundolo berupa seraut wajah laki-laki bermahkota

Di bagian gandik juga terselip pamor  Batu Lapak dengan khasiat kewibawaan dan mendatangkan kekayaan.

Di bagian gandik terselip pamor Batu Lapak

Di beberapa titik pada wilah muncul pamor akhodiyat.

Warangan baru.

Saat belum diwarangi

Panjang Wilah/Pesi: ± 30,5 cm/5 cm

Warangka dan gandar kayu timoho pelet sembur

Warangka: Branggah Yogyakarta bahan kayu Timoho baik pelokan maupun gandarnya dengan motif pelet sembur.

Keris ini cocok untuk menambah koleksi anda apalagi keris Tangguh Segaluh dengan pamor bertuah perlindungan (Rojogundolo tiban), sekaligus pamor bertuah kerejekian (Pulo Tirto dan Batu Lapak) termasuk sulit ditemui.  Sungguh keris kelas pusaka yang sebenarnya.

Termahar via Bukalapak